Pasar Disulap Menjadi Lokasi Karantina COVID-19 untuk Pemudik di Madiun

Feature Image Pasar Disulap Menjadi Lokasi Karantina COVID-19 untuk Pemudik di Madiun (Kolase Foto Istimewa)
Feature Image Pasar Disulap Menjadi Lokasi Karantina COVID-19 untuk Pemudik di Madiun (Kolase Foto Istimewa)
Prime Banner

MADIUN – Kedatangan 10-an ribu pemudik di Kabupaten Madiun tidak bisa dibendung. Meskipun sejak awal Bupati Madiun, Kaji Mbing telah mengeluarkan himbauan kepada perantau asal Madiun untuk tidak mudik demi menunjang upaya pencegahan dan penanganan wabah virus corona, namun kedatangan mereka bermunculan juga.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun melakukan berbagai upaya, salah satunya menguatkan sistem pengawasan dan menyediakan lokasi-likasi isolasi untuk pemudik selama menjalani masa karantina.

Salah satu lokasi yang dijadikan tempat isolasi untuk melakukan karantina adalah bangunan pasar tingkat Kecamatan dan Desa. Seperti yang telah dimulai di sebuah pasar di wilayah Wonoasri Madiun ini.

Tampak spanduk bertuliskan “TEMPAT ISOLASI/KARANTINA BAGI PEMUDIK YANG DARI LUAR WILAYAH/ LUAR NEGERI.”

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Madiun saling mengingatkan dan saling menjaga diri selama masa Pandemi Covid-19 ini. Hal itu disampaikan setelah sebelumnya menggelar rapat koordinasi pada Senin (6/4/2020) bersama Forkopimda Kabupaten Madiun dan instansi terkait di ruang Bupati Madiun.

“Ketika ada orang luar datang harap dimengerti,” kata Dawami.

Sebelumnya Bupati telah membuat kebijakan yang bisa diterapkan oleh Pemerintah Desa. Kebijakan itu mewajibkan setiap pemudik untuk melakukan karantina mandiri selama dua minggu atau 14 hari, untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

Kaji Mbing sapaan akrab Ahmad Dawami juga menambahkan untuk kelancaran pemantauan para pemudik tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI. Tujuannya untuk turut terlibat secara langsung dalam pengawasan karantina mandiri. “Namun tetap saya imbau yang belum terlanjur mudik mohon untuk tidak mudik,” pinta Kaji Mbing.

Untuk itu juga, dia berharap agar setiap pemudik yang datang wajib melapor ke Kepala Desa masing-masing agar dilakukan tindakan yang tepat sesuai protokol kesehatan.

Berdasarkan aplikasi Diskominfo, total sudah 9.547 pemudik yang datang ke Kabupaten Madiun mulai Minggu lalu. Hal tersebut membuat Bupati pihak terkait lain untuk meningkatkan upaya penanggulangan penyebaran Covid-19. []

You may also like...