Perjuangan Seorang PMI Hong Kong Bisa Bertemu Buah Hatinya yang Tertinggal 10 Bulan di Negeri Beton

FEATURE IMAGE Perjuangan Seorang PMI Hong Kong Bisa Bertemu Buah Hatinya yang Tertinggal 10 Bulan di Negeri Beton (Foto Kompas.com)
FEATURE IMAGE Perjuangan Seorang PMI Hong Kong Bisa Bertemu Buah Hatinya yang Tertinggal 10 Bulan di Negeri Beton (Foto Kompas.com)
Prime Banner

SURABAYA – Kasih ibu sepanjang jalan, demi bisa merengkuh buah hati yang dilahirkan, apapun akan dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh Aryati, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) Hong Kong yang telah pulang ke Jawa Timur ini.

Dikutip dari Kompas.com, peristiwa ini bermula saat Aryati yang saat itu telah memiliki anak yang masih bayi yang dilahirkannya di Hong Kong harus meninggalkan Hong kong menuju Makau untuk menunggu visa kerjanya lantaran dia akan berganti majikan.

Peristiwa tersebut persisnya terjadi pada Agustus 2019.

Namun setelah sekian waktu lamanya menunggu di Makau, visa kerja yang ditunggunya tak kunjung turun.

Kemudian dia berinisiatif memasuki wilayah Hong Kong dengan tujuan akan mengambil anaknya untuk dibawa ke Makau, namun oleh Imigrasi Hong Kong ditolak. Sampai akhirnya, kondisi membuat Aryati harus meninggalkan Makau untuk pulang ke Indonesia.

Gelisah teringat nasib buah hatinya yang dia titipkan di Hong kong dibawah pengawasan sebuah panti asuhan non pemerintah, Aryati berusaha mencari cara agar dia bisa membawa pulang dan mendekap darah dagingnya kembali.

Plt Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah menyatakan, pada Februari 2020, Aryati meminta bantuan KJRI Hong Kong atas masalah yang dihadapinya, tidak bisa membawa pulang buah hatinya.

Mendapat laporan tersebut, prosespun berjalan, setelah melewati serangkaian prosedur peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Hong Kong, akhirnya darah daging Aryati sukses dibawa pulang ke Indonesia melalui Bandara Juanda Surabaya pada Rabu (03/06/2020) menggunakan maskapai Garuda. []

You may also like...