• Uncategorized

Presiden Jokowi Juga Bagi-Bagi Sepeda untuk PMI Hong Kong

Prime Banner

HONG KONG – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (30/4), melakukan pertemuan dengan pekerja migran Indonesia (PMI) Hong Kong di Hall 8 Asia World Expo. Seperti sudah menjadi ciri khasnya, di acara bertajuk “Temu Kangen Presiden RI dan Ibu Negara” itu, Jokowi juga bagi-bagi sepeda setelah memberikan pertanyaan dan tantangan.

“Tadi saya masuk, saya belum sempat (menyalami) yang paling ujung di sana. Oleh sebab itu, saya tunjuk saja 2 orang yang paling belakang untuk maju ke depan. Satu yang di kanan, satu yang di kiri,” kata Jokowi, setelah berada di atas panggung.

Sejak awal masuk hall acara, pada jam 14:30, Presiden langsung berkeliling ke bagian tengah ruangan, menyalami PMI. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan meladeni PMI yang meminta selfi, berfoto bareng, dan berbincang-bincang singkat.

Antusiasme PMI sangat tinggi untuk menyalami Presiden Jokowi. Sang Presiden diburu hingga jelang menaiki panggung. Pada jam 14:50, Jokowi baru bisa menaiki panggung acara dan langsung melambaikan tangan yang menjadi ciri khasnya.

Setelah 2 orang PMI naik panggung, Presiden berujar, “Sebelum saya memberikan sambutan, coba dikenalkan dulu, dari mana?”

“Kenalkan, nama saya Romlah, saya berasal dari Jombang, Jawa Timur, saya bekerja di Makau. Hari ini saya datang ke sini ingin bertemu dengan Pak Jokowi,” kata seorang dari dua PMI tersebut, terbata-bata penuh haru.

“Nama saya Iin, berasal dari Kediri,” ujar PMI lainnya.

Presiden pun bertanya kepada Romlah, berapa lama dia bekerja di luar negeri. “Saya ke Hong Kong tahun 1999. Terus tahun 2004 ke Makau, sampai sekarang. Maaf, saya nervous,” kata Romlah, sambil berkali-kali berusaha memeluk Jokowi.

“Dari 1999 sampai sekarang. Berapa tahun itu sudah? 11 tahun. Tapi enggak lupa Indonesia kan?” Tanya Jokowi.

Romlah pun menjawab tegas, “Saya sangat menyintai Indonesia.”

“Sekarang, kalau tidak lupa Indonesia, tolong…” Jokowi sempat menghentikan pernyataan. Para hadirin bergemuruh, menduga-duga Presiden akan bertanya soal nama-nama ikan. Ternyata, bukan nama-nama ikan yang diminta Presiden. “…Pancasila!” ujarnya.

Romlah pun membacakan 5 sila Pancasila. Walaupun sempat keliru dalam menyebut Sila ke-4, namun akhirnya dia dinyatakan berhasil memenuhi tantangan Presiden.

“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia!” teriaknya.

Presiden pun memberikan hadiah sepeda untuk Romlah. “”Sepedanya saya berikan di Hong Kong atau di Jombang?” ujarnya.

“Di Jombang,” kata Romlah, disambut gemuruh ribuan WNI yang hadir.

“Terima kasih, Pak Jokowi,” kata Romlah, penuh sambil kembali berusaha memeluk Presiden, saking terharunya, mendapatkan hadiah sepeda, yang telah menjadi trade mark Jokowi saat kunjungan kerja. Tak lupa, Romlah juga meminta foto bersama Presiden.

 

Jangan Lupa Pancasila!

Sebagaimana Romnlah, Iin juga diminta Presiden menyebutkan Pancasila. Di saat memberikan tantangan tersebut, Presiden Jokowi mengingatkan agar PMI di Hong Kong tidak melupakan Pancasila.

“Karena negara kita adalah negara yang sangat besar. Kita memiliki 714 suku, memiliki 34 provinsi, memiliki 516 kota dan kabupaten. Inilah negara kita yang sangat beragam, sangat majemuk, berbeda suku, berbeda agama, berbeda ras, tetapi Indonesia sampai sekarang tetap satu dalam persatuan dan kesatuan,” ujar Jokowi, di hadapan ribuan warga Indonesia yang memenuhi ruang acara.

Sama halnya dengan Romlah, Iin juga meminta hadiah sepedanya dikirim ke kampung halamannya di Kediri. “Silakan disampaikan alamatnya (ke Pasukan Pengaman Presiden), nanti sepedanya saya kirim,” kata Jokowi.

Iin pun minta berfoto bareng. “Sudah dapet sepeda, masih minta berfoto (bareng),” seloroh Presiden.

Di acara tersebut, sebanyak 6 PMI beruntung mendapatkan hadiah sepeda dari Presiden Jokowi, karena berhasil menjawab pertanyaan dan tantangan yang diberikan Presiden.

Selamat ya…! [Razak]

You may also like...