October 30, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pulang Kampung, Mantan PMI Asal Kauman Ponorogo Cabuli 7 ABG

2 min read
Prime Banner

PONOROGO – Membangun usaha, idealnya bertujuan utama untuk memiliki sumber pendapatan sehingga secara finansial, kehidupan seseorang bisa minimal survive. Namun bagi combatan PMI asal Kauman Ponorogo ini, membangun usaha ternyata memiliki tujuan non ekonomi, yakni menjaring calon korban untuk melampiaskan hasrat seksualnya yang menyimpang.

Adalah AS (32) mantan PMI Malaysia, warga Kauman Ponorogo harus berurusan dengan hukum setelah dilaporkan oleh orang tua salah satu ABG yang telah dia setrum. Ironisnya, korban AS tersebut adalah sesama pria.

Diketahui, sejak pulang dari Malaysia, AS menjalankan usaha warung angkringan, dengan pengunjung rata-rata remaja ABG.

Dituturkan oleh Kanit Resmob Polres Ponorogo IPDA Anggara Gilang, modus yang dilakukan oleh AS menjerat mangsanya adalah dengan cara membangun hubungan akrab terlebih dahulu dengan terget yang datang ke warungnya. Setelah akrab, AS mengundang korban untuk bertandang ke kediamannya.

Di Kediamannya tersebutlah, AS melancarkan aksinya, mencabuli korban-kobannya.

AS mengaku memiliki orientasi seks sesama jenis sejak dirinya pulang dari Malaysia.

Anggara menambahkan, AS juga tidak punya riwayat berpasangan dengan lawan jenis. Atau melangsungkan pernikahan.

“Dari awal pelaku nggak pernah nikah, nggak punya riwayat pasangan normal nggak ada,” terang Anggara.

“Pelaku belum pernah menikah dan pasangannya selalu sesama jenis atau lelaki,” imbuhnya.

Peristiwa ini terkuak saat salah satu orang tua korbannya melaporkan ulah AS ke Polres Ponorogo.

“Awalnya korban tidak berani menceritakan kejadian ini, namun akhirnya korban mengaku kepada orangtuanya,” katanya.

Kepada orng tuanya, korban mengeluhkan sakit di bagian duburnya. Setelah didesak, korban mengaku usai disodomi oleh pelaku.

Setiap selesai melampiaskan hasratnya, pelaku mengancam para korban untuk tidak melapor.

“Ancamannya ya itu tadi disantet,” jelas Alumni AKPOL Tahun 2018 ini.

Tujuh orang korban AS yang sudah diketahui seluruhnya berusia pelajar yang masih duduk di bangku SMP.

Pendalaman kasus ini terus dilakukan sembari menjajaki kemungkinan adanya korban-korban lain selain tujuh korban yang telah diketahui saat ini. []

Advertisement