Puluhan Ribu Warga 17 Desa di Cilacap Terdampak Kekeringan

Prime Banner

CILACAP – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan, wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah kian bertambah.

“Berdasarkan laporan yang kami terima hingga tanggal 30 Juni 2019, wilayah terdampak kekeringan telah mencapai 17 desa yang tersebar di tujuh kecamatan,” tutur Tri, seperti dikutip Antara, Senin (01/07/2019).

Tri memaparkan, kekeringan paling luas terjadi di Kecamatan Patimuan dengan total tujuh desa, disusul Kecamatan Kawunganten yang telah mencapai tiga desa. Sementara, kekeringan di Kecamatan Gandrungmangu dan Karangpucung masing-masing dua desa. Sedangkan Kecamatan Kampung Laut, Jeruklegi, dan Bantarsari masing-masing satu desa.

“Jumlah warga di 17 desa yang terdampak kekeringan mencapai 7.123 keluarga atau 21.660 jiwa,” lanjutnya.

Terkait dengan kondisi tersebut, Tri mengatakan bahwa pihaknya hingga tanggal 30 Juni telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 36 tangki ke desa-desa yang membutuhkan dan telah mengajukan surat permohonan bantuan.

Bantuan air bersih tersebut, lanjut Tri, telah dialokasikan dari APBD Kabupaten Cilacap untuk tahun 2019 meskipun jumlahnya terbatas.

“Tahun ini, kami hanya mendapat alokasi bantuan air bersih dari APBD Kabupaten Cilacap sebanyak 110 tangki,” katanya.

Ia mengaku khawatir alokasi bantuan air bersih tersebut tidak mencukupi kebutuhan. Pasalnya, di Kabupaten Cilacap terdapat 65 desa di 15 kecamatan yang rawan kekeringan maupun krisis air bersih.

Oleh karena itu, kata dia, BPBD Kabupaten Cilacap akan menggandeng dunia usaha, instansi, maupun organisasi untuk ikut serta menyalurkan bantuan air bersih seperti saat musim kemarau tahun 2018.

“Berkat dukungan dari berbagai pihak sehingga saat musim kemarau tahun kemarin, kami bisa menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 512 tangki,” pungkas Tri. []

You may also like...