October 29, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Resikonya Sangat Besar, Presiden Duterte Tak Ijinkan Pelajar di Filipina Masuk Sekolah Sebelum ada Vaksin Corona

1 min read
Prime Banner

MANILA – Meski sejumlah negara sudah mulai melakukan pelonggaran dan salah satunya dengan membuka sekolah sehingga anak-anak sudah kembali belajar di sekolah. Namun, tak berlaku bagi Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Duterte menegaskan tidak akan mengizinkan pelajar untuk kembali ke sekolah, sampai vaksin virus corona atau COVID-19 tersedia.

Menurut Duterte mengirimkan anak-anak ke sekolah tanpa adanya vaksin sama seperti membawa bencana.

Dia bahkan tidak masalah jika karena keputusannya ini, semua murid tidak naik kelas.

“Saya tidak akan membiarkan pembukaan kelas di mana siswa akan berada di dekat satu sama lain. Kecuali saya yakin mereka benar-benar aman, tidak ada gunanya membicarakan pembukaan sekolah di tengah pandemi,” kata Duterte, dikutip Al Jazeera.

Advertisement

Pelajar di Filipina dijadwalkan kembali ke sekolah pada akhir Agustus, setelah sebelumnya kegiatan belajar mengajar untuk lebih dari 25 juta siswa sekolah dasar dan menengah telah ditutup pada Maret 2020 lalu karena penularan coronavirus. Namun Duterte mengatakan risikonya terlalu besar.

“Bagi saya, vaksin dulu. Kalau vaksinnya sudah ada, maka tidak apa-apa. Jika tidak ada yang lulus, maka jadilah itu,” ujarnya.

Saat ini di Filipina total konfirmasi positif COVID-19 adalah 14.319 kasus, termasuk 873 kematian. Metro Manila dan daerah berisiko tinggi infeksi berada di bawah penguncian sampai 31 Mei, namun memungkinkan beberapa industri dan perusahaan untuk melanjutkan operasional terbatas. []