October 21, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Resmi, KJRI Hong Kong Tidak Menggelar Sholat Idul Fitri

2 min read
Prime Banner

HONG KONG – Berkaitan dengan dinamika pandemi COVID-19, berbagai kebijakan yang salah satunya kebijakan untuk pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri selalu didasari dengan situasi dan dinamika pandemi. Pun demikian dengan di Hong Kong.

Ratusan ribu umat Muslim di Hong Kong yang menunggu kabar terkait dengan pelaksanaan Sholat Idul Fitri, hari ini mendapat jawaban pasti.

Konsul Konsuler KJRI Hong Kong, Erwin M.Akbar kepada ApakabarOnline.com mengirimkan informasi berbentuk artikel dengan judul “Jaga Keselamatan WNI, KJRI Hong Kong Tidak Laksanakan Shalat Idul Fitri di Victoria Park”,  dimana dalam artikel tersebut membawa inti informasi tentang peniadaan Sholat Idul Fitri.

Mengutip keterangan pada artikel tersebut, faktor keselamatan WNI/PMI yang menjadi jamaah Sholat menjadi pertimbangan utama. Sehingga, pada tahun ini, Syawal 1441 H, KJRI Hong Kong tidak menggelar Sholat Idul Fitri di Hong Kong dan Makau.

“Untuk keselamatan bersama, sekaligus mematuhi aturan dari Pemerintah Hong Kong tentang larangan berkumpul lebih dari delapan orang di tempat umum, kami menghimbau agar shalat Ied dilaksanakan di rumah masing-masing,” demikian disampaikan Konsul Jenderal RI Ricky Suhendar dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (19/05/2020).

“Kami menyadari bahwa shalat Idul Fitri di Victoria Park merupakan kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu para WNI di Hong Kong, namun kami meminta pengertian dari para WNI bahwa untuk kesehatan dan keselamatan bersama, kami tidak melaksanakan kegiatan tersebut tahun ini,” imbuh Ricky Suhendar.

 

Otoritas Hong Kong Kembali Mengijinkan Kegiatan Keagamaan Termasuk Sholat Idul Fitri

 

Himbauan senada disampaikan Ustadz Abdul Muhaemin Karim, tokoh masyarakat WNI yang bekerja pada Islamic Union Hong Kong. “Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan bersama dalam situasi pandemik saat ini, salah satunya dengan menghindari shalat Idul Fitri dengan cara berkumpul,” kata Ustadz Muahemin.

“Demikian juga ajaran agama mengajarkan kita untuk mengikuti segala aturan yang diberlakukan oleh pemerintah setempat, yang tujuannya untuk menjaga dan melindungi kesehatan kita bersama,” tambah Ustadz Muahemin.

Keputusan KJRI ini juga didukung oleh organisasi keagamaan Islam lainnya di Hong Kong antara lain Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCI NU) Hong Kong, Persatuan Organisasi Muslim Indonesia di Hong Kong (POSMIH) dan Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK).

“Kami menghimbau kepada teman-teman WNNI di Hong Kong dan Macau agar melaksanakan shalat Ied di rumah masing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” serempak disampaikan perwakilan organisasi antara lain Kistiawanto (Ketua Tanfidyiah PCI NU Hong Kong, Yumiha dan Suyanti dari POSMIH serta Imam Baihaqi dari Dompet Dhuafa HK.

Angka positif Covid-19 di Hong Kong  mencapai 1.056 orang, dan  1.025 dinyatakan sembuh. Atas kerja keras KJRI membagikan 225 ribu masker kepada PMI, hingga saat ini tidak ada satupun WNI yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Jumlah PMI di Hingkong mencapai lebih dari 174 ribu orang.

Sebagai panduan bagi para Pekerja Migran Indonesia, KJRI Hong Kong juga menyampaikan informasi tata cara Shalat Idul Fitri di rumah masing-masing di seluruh halaman media sosial. Hal ini dirasakan sangat efektif mengingat saat ini halaman media sosial KJRI telah memiliki lebih dari 190 ribu pengikut. []

Advertisement