Saat Mayoritas Negara di Dunia Melaporkan Pertambahan Kasus Kian Melambung Tinggi, Hong Kong Laporkan Nol Kasus COVID-19 Baru

Feature Image Hong Kong Laporkan Nol Kasus COVID-19 Baru (Foto SCMP)
Feature Image Hong Kong Laporkan Nol Kasus COVID-19 Baru (Foto SCMP)
Prime Banner

HONG KONG – Disaat negara-negara diseluruh dunia berjibaku dengan melambungnya angka pertambahan kasus positif baru positif terinfeksi COVID-19, hari ini (20/04/2020), Hong Kong justru melaporkan nol kasus baru untuk pertama kalinya sejak dua bulan belakangan.

Karena kasus terus berkurang, Departemen Kesehatan dan Otoritas Rumah Sakit Hong Kong memutuskan untuk tidak mengadakan konferensi pers harian. Konferensi pers sendiri sudah berjalan setiap pukul 16:30 sejak akhir Januari.

Dilansir dari South China Morning Post, sumber pemerintah Hong Kong mengatakan, Regal Oriental Hotel di Kota Kowloon telah berubah menjadi pusat karantina. Sebab, otoritas kesehatan berusaha meminimalkan risiko penduduk yang kembali ke Hong Kong dari luar negeri.

Pejabat Hong Kong telah mempertimbangkan untuk membuat pelancong tetap berada di pusat karantina untuk menunggu hasil tes virus corona mereka, sebelum mengirim pulang ke rumah masing-masing untuk isolasi lebih lanjut.

Banyak tamu Regal Oriental Hotel terpaksa meninggalkan kamar mereka setelah pemberitahuan mendadak pada Minggu (19/4) malam, bahwa hotel tempat mereka menginap akan Pemerintah Hong Kong gunakan sebagai fasilitas karantina.

Para tamu akan dipindahkan ke hotel lain di Tsim Sha Tsui, menurut staf Regal Oriental Hotel.

Ken Choi Shik-chung, yang telah memesan untuk tinggal di hotel selama beberapa bulan ke depan, mengatakan, dia diminta  mempertimbangkan kembali masa tinggalnya. “Kami ditawari untuk pindah ke hotel lain atau membatalkan kontrak,” katanya.

Seorang juru bicara Regal Oriental Hotel mengonfirmasi kepada South China Morning Post, pemerintah telah meminta hotel untuk tujuan karantina, tetapi memberikan sedikit perincian tentang siapa yang akan dikarantina dan untuk berapa lama.

Alex Tsui, Ketua Serikat Pekerja Hotel Hong Kong, prihatin dengan implikasi kesehatan bagi para pekerja. “Pekerja resepsionis dan layanan kamar harus dapat peralatan pelindung pribadi yang memadai termasuk masker dan hazmat,” ujarnya.

“Pemerintah juga harus memasukkan Covid-19 sebagai penyakit akibat kerja untuk melindungi pekerja dari kemungkinan infeksi terkait pekerjaan,” imbuh Alex.

Hong Kong mencatat kasus pertama virus corona pada 23 Januari, dan terakhir kali kota itu mendeteksi tidak ada infeksi baru pada 5 Maret.

Tingkat infeksi di Hong Kong meningkat pada Maret ketika penduduk di luar negeri bergegas kembali dari Inggris, Amerika Serikat, dan Eropa, membawa virus corona bersama mereka.

Namun, lonjakan ini perlahan menyusut, dan Hong Kong mencatat kasus satu digit virus corona selama lebih dari seminggu belakangan. []

You may also like...