Sedikitnya 8.200 Warga Hong Kong Menganggur Sejak Pecah Kerusuhan Mulai Bulan Juli

Suasana di Restoran Maxim (foto Cai Zhengbang)
Suasana di Restoran Maxim (foto Cai Zhengbang)
Prime Banner

HONG KONG – Gangguan publik yang terus menerus terjadi selama ini bvenar-benar mempengaruhi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di Hong Kong.

Matthew Cheung, Chief Secretary for Administration Hong Kong menyatakan dalam sebuah wawancara dengan media, sampai bulan September 2019, pemerintah Hong Kong terus berupaya mencari jalan keluar dengan cermat dan menghimbau kepada seluruhnya agar meninggalkan pertikaian dan pengerusakan.

Dampak dari semuanya, pada sektor ritel saja, tercatat per September 2019 hanya memiliki pendapatan HK $ 29,9 juta. Jika dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, angka ini mengalami penurunan sebesar 18,3 persen.

Keterpurukan bukan hanya terjadi pada ritel saja. Pariwisata, catering, perhotelan dan sektor lain sangat terpengaruh situasi keamanan publik Hong Kong belakangan.

Akibat dari itu semua, setidaknya telah tercatat per September 2019 ada 8.200-an warga Hong Kong kehilangan pekerjaan sejak kerusuhan pecah pada bulan Juli kemarin. Besaran angka tersebut tentu bertambah besarnya saat memasuki bulan Oktober bahkan November sekarang.

Jika situasi terus berlanjut, sulit dibayangkan, bagaimana gambaran Hong Kong di masa depan. []

You may also like...

Leave a Reply