Prime banner

HONG KONG – Sampai dengan akhir 2017, jumlah pencari suaka dari etnis non-china di Hong Kong terhitung sebanyak 1.542 orang. Mereka berasal dari negara-negara asia selatan seperti Vietnam, Banglades, India, Pakistan, Indonesia, Filipina serta negara lainnya.

Data yang dirilis otoritas Hong Kong melalui laman resminya info.gov.hk, meningkatnya jumlah pencari suaka (Asylum Seeker) berpengaruh pada peningkatan angka kejahatan di Hong Kong. Jika dibanding tahun 2015, angka kejahatan di Hong Kong sampai akhir tahun 2017, meningkat sebesar 38%.

Jumlah Paperan Meningkat, Kriminalitas di Hong Kong Juga Meningkat

Otoritas Hong Kong melalui Kepolisian Hong Kong dan beberapa instansi terkait, menyikapi ledakan pencari suaka dan peningkatan angka kejahatan dengan membentun satuan khusus untuk menangani mereka.

Secara tertulis, John Lee, Sekretaris Keamanan Hong Kong menyampaikan hal tersebut sekaligus sebagai jawaban tertulis atas pertanyaan yang diajukan anggota parlemen Priscilla Leung beberapa waktu yang lalu.

Refleksi: Masih Pilih Overstay dan “Paperan”?

Lee menyatakan, keprihatinan pemerintah telah menghasilkan langkah kongkrit dengan membentuk satuan operasional dan Skuad yang berkoordinasi dengan Imigrasi. Hasilnya, sangat signifikan, meskipun semakin diselami juga semakin memerlukan peningkatan personil dan update strategi.

Kejahatan yang paling dominan dilakukan oleh para pencarii suaka adalah kejahatan terkait dengan narkoba, pencurian baik yang disertai kekerasan maupun pencurian biasa, pemerkosaan, bentrokan/kekerasan fisik serta bentuk kejahatan lainnya.

Syairoh, WNI Paperan Di Hong Kong Yang Ditusuk Pisau Pacar Indianya Bernafas Lega

Dalam pemberitaan terdahulu, kelompok pencari suaka di Hong Kong sudah dianggap sebagai kelompok yang meresahkan warga lantaran teror kriminalitas yang telah melekat. Disamping jumlah mereka bertambah dari kedatangan orang baru dari luar Hong KKong yang masuk, hari-demi hari, mantan pekerja rumah tangga di Hong Kong baik dari Indonesia maupun Filipina mulai banyak yang terjebak dalam ajakan mereka untuk menjadi pencari suaka dengan menanggalkan kewarganegaraannya. []

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner