Semakin Meluas, Banjir di Madiun Genangi 35 Desa di 8 Kecamatan

Prime Banner

MADIUN – Hujan deras yang turun secara terus menerus dalam beberapa hari belakangan mengakibatkan wilayah Madiun dan sekitarnya mengalami musibah banjir. Di beberapa wilayah, banjir hanya berupa genangan air dari luapan saluran air maupu n dari derasnya debit air hujan yang surut dalam waktu tidak terlalu lama. Namun di 35 Desa, banjir menggenangi pemukiman, memutus akses jalan, bahkan beberapa titik sampai menenggelamkan pemukiman.

Menurut laporan Anis Azizah, Koresponden ApakabarOnline.com di Madiun, bencana tersebut pertama kali diketahui pada hari Selasa (05/03/2019) sekira pukul 23:00 WIB.

Data yang berhasil dihimpun, pada hari Selasa, banjir hanya menggenangi 16 Desa di 5 kecamatan.

Pada perkembangannya, per hari Rabu (06/03/2019) per pukul 22:00 malam, banjir telah meluas ke 35 desa di 8 kecamatan.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Madiun, 35 Desa tersebut adalah sebagai berikut :

Kecamatan Madiun 8 desa terdampak, yaitu Desa Dampelan, Sendangrejo, Sumberejo, Tanjungrejo, Banjarsari, Tulungrejo, Nglames, Betak.

Kecamatan Saradan 5 desa terdampak, yaitu Desa Klumutan, Sukorejo, Sugihwaras, Bener, Bongsopotro.

Kecamatan Pilangkenceng 7 desa terdampak, yaitu Desa Purworejo, Kedungrejo, Wonoayu, Bulu, Pulerejo, Ngengor, Kedungmaron.

Warga yang terdampak telah dievakuasi ke Ponpes Klubuk Ds. Kedungrejo Kec. Pilangkenceng dan sebagian warga naik ke jalan Tol.

Kecamatan Balerejo 11 desa terdampak, yaitu Desa Sogo, Warurejo, Garon, Pecinan, Jerukgulung, Glonggong, Sumber Bening, Tapelan, Babadan Lor, Kuwu,

Kecamatan Balerejo Sawahan hanya ladang pertanian yang terdampak.

Kecamatan Mejayan 1 desa terdampak, Desa Ngampel.

Kecamatan Wungu 2 desa terdampak, yaitu Desa Tempursari dan Mojorayung

Kecamatan Wonoasri 1 desa terdampak yaitu Desa Buduran.

Dalam pantauan ApakabarOnline.com di pintu air Dam Jati, tinggi debit air Bengawan Madiun tampak semakin mendekati titik merah.

Di beberapa jembatan yang melintang antara Dam Jati hingga Kota Madiun, muka air Bengawan Madiun tampak sudah semakin dekat dengan permukaan jembatan.

Terdapat kemungkinan debit air akan terus meningkat mengingat kondisi cuaca saat ini masih mendung dan cenderung turun hujan sesuai dengan data prakiraan BMKG Prov Jawa Timur sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan dan penanggulangan oleh instansi terkait apabila terjadi bencana bajir susulan. []

 

You may also like...