Sempat Disebut Gila, Pelaku Penusuk Syekh Ali Jaber Kini Ditetapkan Menjadi Tersangka

Prime Banner

LAMPUNG – Meski sempat menduga pelaku penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jaber mengalami gangguan jiwa atau gila, polisi akhirnya tetap menetapkannya sebagi tersangka. Pelaku bernama Alpin Andria itu disangka melakukan penganiayaan hingga korban mengalami luka tusuk.

“Sekarang sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Kota Bandar Lampung, Kompol Rezky Maulana seperti dilansir dari viva.co, Senin (14/09/2020).

Menurut dia, penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sejak Minggu malam, 13 September 2020. Akibatnya, pelaku dijerat pasal penganiayaan berat.

“Sementara kami sangkakan Pasal 351 KUHP, penganiayaan berat yang mengakibatkan luka,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad membenarkan adanya penusukan terhadap Syekh Ali Jaber di wilayahnya. Saat itu, Ali Jaber tengah memberikan tausiyah di Masjid Falahuddin. Menurut dia, acara yang dihadiri Ali Jaber dimulai pukul 16.00-18.00 WIB.

“Namun baru 15 menit pertama, dan sedang interaksi dengan jemaah, tiba-tiba ada seorang laki-laki tidak dikenal langsung menghampiri dari sebelah kanan dan menusuk. Dengan itu maka terjadilah refleks yang tinggi dan melakukan tangkisan tapi kena lengan sebelah kanan,” ujar Pandra.

Pandra menambahkan, peristiwa penusukan itu persisnya terjadi pukul 17.15 WIB. Pascakejadian, petugas yang ada di lokasi, panitia, dan jemaah membawa Ali Jaber ke Puskesmas terdekat.

“Sekarang kondisi Syekh sudah kembali pulih, artinya ada bekas luka lah bekas tusukan itu. Jadi, barang buktinya saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh Satreskrim Polres Bandar Lampung dan saat ini kondisi Syekh sudah sehat walafiat dan sedang istirahat,” katanya.

Sebelumnya, Ayah Alpin Andria, Muhammad Rudi (48), mengatakan bahwa anaknya yang merupakan pelaku itu adalah seorang anak yang mengalami gangguan jiwa.

Andria sudah mengalami gangguan kejiwaan selama 4 tahun semenjak sang Ibunda pergi ke Hongkong menjadi pekerja migran Indonesia (PMI), Alpin pun menjadi sosok yang selalu mengurung diri di kamar dan jarang bersosialisasi.[]

You may also like...

Leave a Reply