October 21, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Setelah Pelarangan Mudik Diumumkan Presiden, 13.430 Pemudik Memasuki Jatim Dalam Dua Hari

1 min read
Prime Banner

SURABAYA – Sejak kejelasan pelarangan mudik diumumkan Presiden Joko Widodo pada 22 April kemarin, dalam rentang waktu dua hari, hingga 23 April 2020, di Jawa Timur kemasukan sebanyak 13.430 pemudik.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (23/04/2020) tengah malam.

“Terkonfirmasi ada 13.430 orang yang mudik kembali ke Jatim. Para pemudik menggunakan beberapa moda transportasi seperti udara, laut dan darat,” katanya.

Khofifah kemudian merinci transportasi yang digunakan belasan ribu pemudik tersebut. Yakni 771 pemudik menggunakan jalur laut, 1.004 pemudik menggunakan kereta api. Lalu sisanya menggunakan bus antarkota/kab serta pesawat.

“Pada posisi kemungkinan mereka sampai kampung halaman masing-masing, mereka akan menjalani masa observasi. Saya minta desa/kelurahan mengawasi betul pemudik,” jelasnya.

Sementara Kadishub Jatim Nyono mengatakan, 13.430 pemudik tersebut merupakan angka dalam sehari tepatnya pada Rabu (22/04/2020). Khususnya setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan larangan mudik.

“Itu angka sehari saja. Terkonfirmasi dari posko mudik Dishub Jatim,” kata Nyono.

Nyono menjelaskan, untuk jumlah pemudik pada Kamis (23/04/2020) angkanya tidak beda jauh dengan angka kemarin. Tetapi untuk detail harus menunggu posko merekap total pemudik terhitung 1×24 jam.

“Jadi nunggu hari ini sampai malam nanti, baru direkap berapa. Tapi saya cek barusan, angka sementara tidak jauh beda dengan angka kemarin,” pungkasnya. []

Advertisement