October 31, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Setiap PMI yang Pulang Lewat Juanda, Dipasangi Gelang Penanda

2 min read
Feature Image Setiap PMI yang Pulang Lewat Juanda, Dipasangi Gelang Penanda (Foto Istimewa)

Feature Image Setiap PMI yang Pulang Lewat Juanda, Dipasangi Gelang Penanda (Foto Istimewa)

Prime Banner

SURABAYA – Tak ingin angka tabulasi kasus wabah COVID-19 di Jawa Timur terus bertambah, setiap PMI maupun pemudik yang masuk Jawa Timur melalui Bandara Juanda wajib dipasangi gelang penanda.

Hal tersebut dinyatakan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indarparawansa (15/04/2020).

“Tujuannya gelang penanda ini adalah untuk memberikan screening berlapis,”  jelasnya.

Sepanjang Rabu (15/04/2020) kemarin, Pemprov Jatim telah melakukan rapid test terhadap 249 PMI yang pulang melalui Bandara Juanda.

Begitu tiba di Bandara Internasional Juanda, seluruh PMI tersebut segera dilakukan rapid test oleh petugas kesehatan dari Pemprov Jawa Timur dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya.

Masing-masing PMI yang tiba di Juanda dilakukan pendataan alamat tujuan kampung halaman, di cek suhu tubuhnya dan dilakukan pemeriksanaan klinis. Baru setelah itu setiap PMI diambil sampel darahnya untuk diuji dalam rapid test pendeteksi virus SARS-CoV-2.

“Ini menjadi perlakuan standar yang kita terapkan pada setiap PMI yang pulang ke Jawa Timur. Kita ingin memberikan perlindungan dan rasa aman pada masyarakat terutama masyarakat yang menjadi tujuan pulang para PMI ke kampung halaman,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Protokol kesehatan yang disiapkan Pemprov Jatim adalah bagi setiap PMI yang setelah dites cepat ternyata hasilnya negatif mereka akan diperiksa apakah memiliki tanda klinis gejala covid-19.

Jika ada yang mengalami gejala klinis, meski rapid testnya hasilnya negatif, maka PMI tersebut akan dibawa oleh tim kesehatan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim untuk mendapatkan perawatan.

Begitu juga bagi yang rapid test-nya menunjukkan hasil positif. Secara otomatis mereka akan dibawa tim Gugus Tugas dan dilakukan perawatan dengan tindakan swab PCR, dia juga akan dibawa ke rumah sakit pemprov untuk mendapatkan karantina hingga ada hasil swab PCR.

Namun jika PMI tersebut saat di-rapid test hasilnya negatif dan tidak ada gelaja klinis maka PMI tersebut diperbolehkan pulang dan diantar ke kampung halaman.

“Dari hasil rapid test hari ini semuanya dinyatakan negatif dalam rapid test. Mereka saat ini sudah disiapkan angkutan untuk kembali ke daerah masing-masing” terangnya.

Namun meski sudah diantar ke kampung halaman, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa mereka tetap dalam pemantauan. Baik oleh puskesmas setempat dan juga kelurahan.

Setelah tiba di kampung halaman, Gubernur Khofifah mengingatkan, para PMI yang sudah menjalani rapid test dan hasilnya negatif bukan berarti mereka lalu bebas boleh keluar rumah.

Mereka tetap dianjurkan untuk di rumah saja, menjaga physical distancing dan juga mengenakan masker jika keluar rumah selama wabah Covid-19.

Advertisement