Tak Tanggung-Tanggung, 19 Positif COVID-19 di Klaster Temboro Membuat Magetan Kembali Menjadi Zona Semakin Merah

Feature Image Tak Tanggung-Tanggung, 19 Positif COVID-19 di Klaster Temboro Membuat Magetan Kembali Menjadi Zona Semakin Merah (Foto Istimewa)
Feature Image Tak Tanggung-Tanggung, 19 Positif COVID-19 di Klaster Temboro Membuat Magetan Kembali Menjadi Zona Semakin Merah (Foto Istimewa)
Prime Banner

MAGETAN – Kabar yang tidak menggembirakan, harus legowo diketahui dan diterima seluruh warga Magetan, semenjak Kementrian Kesehatan Malaysia mengumumkan 43 santri Temboro yang pulang ke Malaysia dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 sepekan silam.

Mengetahui laporan tersebut, bersama Pemprov Jatim, Pemkab Magetan langsung melakukan kerja maraton menangani dan mencegah wabah yang disebut bersumber dari klaster baru, yakni klaster Temboro.

Rangkaian protokol COVID-19 telah dan sedang dilakukan sejak saat informasi tersebut disiarkan hingga sekarang. Penutupan total akses masuk dan keluar desa Temboro pun dilakukan, disertai dengan penjagaan ketat selama 24 jam non stop. Sementara itu, didalam kawasan Temboro, tepatnya di kawasan Pondok Pesantren Al-Fatah, upaya tracing dan rapid test dilakukan dengan mengerahkan puluhan tenaga medis.

 

Dinyatakan Positif, Perantau asal Kalbar di Magetan Nekat Melarikan Diri dari Isolasi untuk Mudik

 

Beberapa hari lalu, dari sekian ratus yang menjalani rapid test, 43 orang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 berdasarkan hasil rapid test. Namun, tak hanya rapid test, 43 orang tersebut juga diambil sampel spesimennya untuk dikirim ke balitbangkes guna dilakukan SWAB test.

Hasilnya, 19 spesimen dinyatakan positif terinfeksi, sedangkan sisanya, masih dalam proses pengujian labolatorium Balitbangkes.

Menyikapi semakin melonjaknya jumlah kasus positif COVID-19 di Magetan, Bupati Magetan, Suprawoto konsultasikan pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

“Untuk pemberlakukan PSBB, kami masih konsultasikan dengan Gubernur,” kata Suprawoto

Selain konsultasi PSBB wilayah kabupaten, lanjut Suprawoto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan juga melakukan simulasi-simulasi apabila status PSBB itu boleh dilakukan di desa serta kecamatan.

“Pastinya kalau status PSBB itu paling tidak tingkat kabupaten. Karena semua pembatasan atau penutupan wilayah pastinya punya resiko,” ujar Suprawoto.

Peta Sebaran COVID-19 di Wilayah Kabupaten Magetan

Peta Sebaran COVID-19 di Wilayah Kabupaten Magetan

Menurutnya, pertimbangan pemberlakukan status PSBB itu setelah melonjaknya hasil rapid test (tes cepat) di Desa Temboro beberapa hari lalu.

“Yang negatif, rencananya pada Senin (27/04/2020) pekan depan mau pulang ke Malaysia. Kita secara intensif komunikasi terus dengan Kedubes Malaysia di Surabaya,” kata Suprawoto.

Yang positif, tambah Suprawoto, pemkab akan merawatnya di Magetan. Kita masih akan membicarakan dengan Kedubes Malaysia di Surabaya tentang teknis pemulangan warga Malaysia yang dinyatakan negatif itu.

 

Dua Kali Rapid Test Hasilnya Positif, Santri Temboro Kabur dari Tempat Isolasi di Probolinggo

 

Sementara karantina di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, akan dibicarakan masalah teknisnya dengan warga dan Ponpes Al Fatah Temboro, agar bisa ketat tidak keluar masuk warga di luar desa itu.

“Saat ini Pondok Pesantren Temboro sudah tidak menerima tamu. Yang dibolehkan keluar masuk wilayah Desa Temboro, termasuk lingkungan Ponpes, hanya mereka yang punya ID Card. Seperti pedagang makanan, pengantar jasa lain,” tandas Suprawoto. []

You may also like...