Tembus 22 Ribu, Singapura Melaporkan Kasus COVID-19 Masih Didominasi Pekerja Migran

Prime Banner

SINGAPURA – Bertetangga dan berbatasan dengan Indonesia, pada awalnya Singapura memiliki kasus jauh dibawah Indonesia. Bahkan Negara berlambang Kepala Singa tersebut sempat menjadi negara teraman COVID-19 di kawasan ASEAN. Namun seiring dengan perjalanan waktu, sebuah ledakan demografis telah terjadi, Singapura kini bertahan selama beberapa pekan berada diurutan pertama negara ASEAN dengan kasus COVID-19 terbanyak.

Mengutip Reuters.com, Menteri Kesehatan Singapura hari ini (09/05/2020) mengumumkan ada 753 penambahan kasus baru yang membuat total seluruh kasus COVID-19 di negara tersebut per hari ini berada di jumlah 22.460 pasien.

Sebagian besar orang yang baru-baru ini terinfeksi adalah pekerja migran yang tinggal di asrama, ujar pernyataan Menteri Kesehatan tersebut. Di mana sembilan diantaranya adalah penduduk tetap.

Sebelumnya, tak hanya Singapura, China juga mencatat kasus baru. The National Health atau Otoritas Kesehatan Nasional China melaporkan satu kasus virus corona terbaru pada Jumat (08/05/2020).

Satu kasus yang merupakan imported case atau kasus yang berasal dari luar tercatat pada Jumat (08/05/2020). Tak hanya itu, tercatat pula ada 15 kasus asimptomatik baru alias kasus orang tanpa gejala (OTG) pada waktu yang sama.

Pada hari sebelumnya, dilaporkan ada kasus orang tanpa gejala sebanyak 16 kasus. []

You may also like...