October 22, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ternyata, Hong Kong Punya Gunung Berapi yang Telah Berusia 140 Juta Tahun

3 min read
Prime Banner

HONG KONG – Tim peneliti Hong Kong telah menemukan sebuah Gunung Berapi yang tersembunyi. Gunung berapi yang berusia 140 juta tahun ini ditemukan di bawah Hong Kong.

Para  ilmuwan mengatakan Supervulcano itu akan memiliki letusan yang keras. Jika terjadi letusan, nantinya dapat membentuk wilayah geologi administratif khusus.

Dikutip dari laman Express, supervulcano adalah gunung berapi besar yang memiliki erupsi dengan Volcanic Explosivity Index (VEI) delapan, yang merupakan nilai terbesar pada indeks.

Hal ini mengartikan volume simpanan untuk letusan itu lebih besar dari 1.000 kilometer kubik, cukup untuk menghapus seluruh kota dari peta dan menyebabkan bencana global dari efek yang ditimbulkannya, seperti musim dingin nuklir.

Geologi Hong Kong didominasi oleh batuan beku, termasuk batuan granit dan batuan vulkanik, yang terbentuk selama periode letusan gunung berapi besar di era Mesozoikum.

Para peneliti mengatakan asal mula kota dapat ditelusuri kembali ke lava dan abu yang tertinggal setelah letusan supervulcano 140 juta tahun yang lalu di daerah tersebut.

Penemuan ini dibuat oleh ahli geologi selama survei harian, mereka menemukan bahwa batuan yang dilihat semuanya dapat dihubungkan dengan satu sumber, dan menjadikan penemuan itu sebagai yang pertama dari jenisnya di wilayah tersebut.

Insinyur Teknik Sipik dan Pengembangan Departemen Geoteknik, Denise Tang Lai-Kwan, mengatakan pada 1012 silam, dia membenarkan jika kota utama terletak di gunung berapi yang sangat tua.

“Meskipun sebagian besar sisa terendam, granit di Kowloon dan pilar-pilar batu di Kepulauan Ninepin dapat ditelusuri kembali ke sumber yang satu ini,” ujar Dr Tang

Rekannya, Dr Roderick Sewell, mengingat saat dia menyadari bahwa dia sedang melakukan sesuatu yang besar – penjelasan untuk lanskap kota yang unik.

“Momen ‘ah-ha’  bagi saya adalah menyadari bahwa segala sesuatu menunjuk pada satu sumber, sebuah gunung api super, satu sistem yang dapat melestarikan semua fitur geologis unik Hong Kong,” ujar Dr Roderick Sewell.

“Kami hanya melihat sesuatu yang jauh lebih besar dari apa yang kami pikirkan hanya sekitar 50 gunung api super dalam sejarah umat manusia,” tuturnya.

Dr Roderick Sewell mengatakan mereka menduga akan ada lebih banyak yang akan masuk kedalam daftar setelah penemuannya.

Kemudian tim memetakan seluruh sistemnya, berjalan dari Sai Kung timur ke Kowloon dan Pulau Hong Kong sendiri, dibentuk oleh lava serta abu yang tertinggal hingga menamakannya ‘Pulau Supervulcano Tinggi’ setelah pulau Sai Kung, yang menandai tepi puncak gunung berapi.

Kaldera selebar 18 kilometer dari supervolcano terbentuk ketika tekanan tinggi dan panas pada inti bumi menyebabkan permukaannya runtuh dan bagian terdalam dari gunung berapi itu tetap berada di bawah tengah kota, di Kowloon dan Pulau Hong Kong, tempat sisa kantong magma ditandai dalam bentuk granit.

“Dari granit di Kowloon, ke kolom heksagonal besar di Grup Ninepin (pulau), kita akhirnya dapat menjelaskan tautan dan sumber fitur lanskap ini,” ujar Denise Tang Lai-kwan.

Pilar vulkanik heksagonal yang meliputi sebagian besar wiayah Sai Kung bagian timur terbentuk ketika lapisan tebal abu vulkanik didinginkan dan dikontrak.

Tetapi yang unik mengenai pilar-pilar batu tersebut adalah mereka miring ke timur sebesar 30 derajat, menunjukkan bahwa keseluruhan sistem telah miring karena kekuatan tektonik.

“Kemiringan sistem tersebut membuat banyak perbedaan. Erosi dan pelapukan menyajikan bagian melintang dari kaldera yang memberi ahli geologi jendela ke dalam anatomi gunung berapi dengan sangat rinci,” tutur Dr Sewell.

Beruntungnya, tak ada alasan untuk takut, karena para ahli mengatakan jika gunung berapi itu sekarang sudah punah dan tak menimbulkan ancaman bagi Hong Kong.

Namun, ketika gunung terakhir meledak 140 juta tahun yang lalu, itu akan membuat langit menjadi gelap dengan 312 mil kubik abu, cukup untuk menyelimuti seluruh wilayah.

Kemungkinan besar saat gunung berapi itu meletus, memusnahkan segala bentuk kehidupan dan menyebabkan kekacauan di tahun-tahun berikutnya. []

Advertisement