[Update Terkini Banjir Madiun] Per Jam 12:00 7 Maret 2019, 4.095 KK Mengungsi

Prime Banner

MADIUN – Kondisi cuaca di kawasan Madiun Raya dan sebagian besar Jawa Timur serta Jawa Tengah pada umumnya terpantau masih dalam kondisi hujan hingga saat berita ini diturunkan. Intensitas hujan yang turun bervariasi dari rintik hingga sangat lebat.

Kondisi tersebut membuat mereka yang wilayahnya terdampak banjir menjadi semakin khawatir, air banjir akan datang lagi di sebagian wilayah yang sudah surut atau air banjir akan semakin tinggi di wilayah yang sampai saat ini masih belum bisa di huni kembali.

Data terkini yang berhasil dihimpun Anis Azizah, Koresponden ApakabarOnline.com dari lokasi bencana, sampai siang ini (07/03/2019) tercatat ada 4.095 KK mengungsi.

“Itu jjumlah KK, kalau jumlah jiwa tentu ada belasan ribu jiwa mengungsi. Cumma data persisnya belum terkumpul” terang Nuryanto, salah seorang korban banjir dari kawasan Pilangkenceng Madiun kepada ApakabarOnline.com.

Pantauan ApakabarOnline.com dii beberapa lokasi, selain terdapat beberapa titik pengungsian, juga terlihat di kawasan yang tidak terdampak, terutama di kawasan kota Madiun ke arah Ngawi dan ke arah Ponorogo, banyak relawan dari berbagai kalangan yang melakukan penggalangan dana di hampir setiap titik strategis seperti lampu merah.

Berikut ini data jumlah korban banjir menurut kartu keluarga sesuai dengan kecamatannya :

Kecamatan Madiun : 238 KK mengungsi

Kecamatan Pilangkenceng : 1.325 KK

Kecamatan Balerejo : 2.174

Kecamatan Mejayan : 72 KK

Kecamatan Wungu : 225 KK

Kecamatan Wonoasri : 61 KK

Total jumlah pengungsi 4.095 KK

Mereka yang mengungsi ditampung  di titik-titik berikut :

  1. Posko Bencana Banjir di Kantor Kec. Balerejo
  2. Kantor Desa Purworejo namun warga memilih ditempat ketinggian yang dekat rumahnya.
  3. Desa Kedungrejo, mengungsi di saudara dan tetangga yang tidak terdampak banjir.
  4. Desa Wonoayu, mengungsi di saudara dan tetangga yang tidak terdampak banjir.
  5. Desa Kedungmaron, mengungsi di saudara dan tetangga yang tidak terdampak banjir.
  6. Posko di rumah Kasun Temboro (Sdr. Samirah)
  7. Pendopo rumah Kepala Desa Klumutan.
Relawan membantu warga yang rumahnya rusak akibat genangan banjir . Foto Koresponden APakabarOnline.com | Anis Azizah

Relawan membantu warga yang rumahnya rusak akibat genangan banjir . Foto Koresponden APakabarOnline.com | Anis Azizah

Di beberapa kawasan yang sudah surut, aktifitas relawan mulai terliht melakukan recovery pada rumah-rumah yang terdampak banjir. Beberapa bangunan tampak bukan hanya sekedar tergenang lumpur saja, melainkan banyak yang roboh dan tidak bisa ditempati kembali.

Relawan tampak membantu membersihkan dan menata ulang rumah-rumah yang mengalami kerusakan agar saat penghuninya pulang dari pengungsian, rumah tersebut bisa digunakan kembali meski kondisinya belum sempurna.

Seiring dengan dinamika di lapangan, tabulasi data tersebut diatas memungkinkan akan mengalami perubahan. Simak terus update kami selanjutnya. []

You may also like...