October 21, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Waduh, 10 Ribuan Pemudik Sudah Masuk Madiun

1 min read
Prime Banner

MADIUN – Meskipun sejak awal Maret 2020 kemarin, Pemerintah Kabupaten Madiun, melalui Bupati Madiun,  H Ahmad Dawami alias Kaji Mbing telah mengeluarkan himbauan untuk tidak mudik kepada warga Madiun yang diperantauan dengan mempertimbangkan keselamatan penularan wabah virus corona, namun ternyata arus 10 ribuan pemudik masuk juga.

Hal tersebut dinyatakan oleh  Kaji Mbing kepada awak media kemarin (08/04/2020).

“Data yang masuk di Dinas Pemerintah Desa sudah ada sekitar 10 ribu pemudik. Padahal sudah ada imbauan untuk jangan mudik dulu,” ujarnya.

Tentu hal demikian akan memperberat beban pemerintah Kabupaten Madiun dalam melakukan pencegahan dan penanganan wabah virus corona.

Dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona, Bupati Madiun telah membuat kebijakan yang bisa diterapkan pemerintah desa. Kebijakan itu mewajibkan setiap pemudik untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Kita wajibkan karantina atau isolasi mandiri selama 14 hari. Tidak boleh ada yang melanggar,” imbuhnya.

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing menambahkan, untuk kelancaran pemantauan para pemudik tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan OPD serta kepolisian dan TNI. “Namun tetap saya imbau yang belum terlanjur mohon untuk bertahan di tempat perantauan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun, Joko Lelono menyampaikan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintahan di tingkat kecamatan dan pedesaan untuk memantau isolasi mandiri para pemudik. Tempat karantina juga disiapkan di setiap desa dan kecamatan, yang diperuntukkan bagi pemudik yang bandel.

“Tempat karantina kita tetap siapkan. Jika ada yang bandel polisi dan TNI akan bertindak tegas membawa ke tempat karantina,” pungkasnya. []

Advertisement