December 4, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

10 Ribu Kontrak Baru PRT Asing di Hong Kong Gagal Terpenuhi

2 min read
Feature Image 10 Ribu Kontrak Baru PRT Asing di Hong Kong Gagal Terpenuhi (Foto SCMP)

Feature Image 10 Ribu Kontrak Baru PRT Asing di Hong Kong Gagal Terpenuhi (Foto SCMP)

Prime Banner

HONG KONG – Wabah cvirus corona yang semakin mendunia saat ini memiliki dampak pada berbagai sektor. Salah satunya berdampak terhadap sektor rekrutmen dan penempatan pekerja migran.

Sektor yang diakui terdampah adanya wabah corona salah satunya adalah penempatan pekerja rumah tangga asing di Hong Kong. Dilaporkan, setidaknya 10 ribu kontrak telah gagal di penuhi lantaran terganjal wabah vius corona.

Diketahui, mayoritas PRT Asing di Hong Kong merupakan pekerja yang didominasi berasal dari Indonesia dan Filipina. Sedangkan di kedua negara tersebut, meskipun sampai saat ini tidak memberlakukan lockdown, namun berbagai pembatasan telah membuat ketersediaan dan kesempatan untuk mengirimkan PRT ke Hong Kong berhenti total.

Balai pelatihan kerja di Indonesia dan di Filipina dilaporkan telah berhenti melatih calon pekerja migran. Tentu hal ini berdampak pada penerimaan calon pekerja migran baru yang ingin mengisi lowongan kerja ke luar negeri.

Mengutip Sing Tao Daily, Wong Kwok-ip, dari Asosiasi Agency PRT Asing di Hong Kong menyatakan, situasi di Hong kong dan di negara pengirim PRT ke Hong Kong saat ini telah membuat 90% pekerjaan berkurang.

“Filipina hanya mengizinkan orang asing pergi, tetapi bukan penduduk lokal, sementara kota-kota di negara itu juga dikunci. Pembantu rumah tangga tidak bisa pergi ke Hong Kong untuk memenuhi kontrak mereka,” katanya.

“Selain itu, pemerintah Filipina juga berhenti memberikan pelatihan kepada mereka yang ingin bekerja sebagai pembantu rumah tangga asing, sementara pemrosesan dokumen juga ditahan,” kata Wong.

Wong menambahkan, ditengah penghentian proses tersebut, pekerjaan agency di Hong Kong tidak bisa berhenti sebab masih memiliki tanggung jawab pada sekian banyak PRT asing yang mereka salurkan dan sedang dikarantina.

Aliansi itu menyarankan pemerintah untuk segera membentuk departemen khusus untuk menangani perekrutan pekerja rumah tangga asing selama pandemi dan memberikan pedoman dan peralatan kepada agen tenaga kerja. []

Advertisement