2035 Indonesia Akan Berada di Puncak Demografi, Usia Produktif Mendominasi
2 min read
JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, melakukan kunjungan kerja resmi pertamanya ke Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Kamis(27/11/2025).
Kunjungan ini menyasar Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Palangka Raya, sebagai upaya mengaktualisasikan program Kementerian P2MI untuk memajukan generasi muda di Kalimantan Tengah menjelang puncak demografi 2035.
Kegiatan yang berlangsung di aula utama Poltekkes Kemenkes Palangka Raya ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, serta Direktur Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Mars Khendra Kusfriyadi serta ratusan mahasiswa dan dosen hadir secara langsung.
Menteri Mukhtarudin menekankan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian P2MI untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing di pasar kerja global, baik dalam negeri maupun luar negeri.
“Ini kunjungan kerja resmi pertama saya ke Palangka Raya sebagai Menteri P2MI. Kita sedang mengaktualisasikan program Kementerian untuk diimplementasikan terkait memajukan generasi muda Kalimantan Tengah,” ujar Mukhtarudin.
Kementerian P2MI sendiri resmi berdiri melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 139 Tahun 2024 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024-2029.
“Jadi, saya ini menteri sekaligus kepala badan, regulator, dan operator. Transformasi kelembagaan ini merupakan ide besar Pak Prabowo dalam Asta Cita, khususnya menciptakan lapangan pekerjaan,” beber Mukhtarudin.
Mukhtarudin mengapresiasi kepedulian Presiden Prabowo terhadap isu ketenagakerjaan.
“Kita perlu apresiasi ada kepedulian Bapak Prabowo untuk ciptakan lapangan pekerjaan dalam negeri maupun luar negeri. Kita harus manfaatkan peluang ini,” ungkap Menteri.
Menteri Mukhtarudin mengingatkan bahwa pada tahun 2035, Indonesia akan memasuki puncak demografi di mana usia produktif akan mendominasi populasi.
“Jika tidak dipersiapkan, ini akan menjadi bencana demografi. Oleh karena itu, tanggung jawab negara hingga daerah harus siapkan generasi ke depan yang produktif, yakni tingkatkan SDM,” imbuh Mukhtarudin.
Menurut Mukhtarudin, peningkatan SDM tidak hanya soal ilmu pengetahuan, tetapi juga skill, soft skill, mental, dan integritas. “Tidak ada generasi sukses tanpa memiliki ilmu, skill, mental, dan integritas. Jadi, anak-anak mau jadi orang sukses, itu yang harus diprioritaskan,” tegas Mukhtarudin.
Mukhtarudin juga menyoroti peran institusi seperti Poltekkes Kemenkes Palangka Raya dalam melatih tenaga kesehatan yang kompetitif, yang bisa menjadi tulang punggung pekerja migran Indonesia di sektor kesehatan global.
Poltekkes Kemenkes Palangka Raya mendapat perhatian khusus. Direktur Mars Khendra Kusfriyadi menyampaikan bahwa institusinya memiliki lebih dari 2.000 mahasiswa, dengan 98 persen di antaranya merupakan putra-putri asli Kalimantan Tengah.
“Kami berharap lulusan kami tidak hanya bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan bekerja di luar negeri dengan gaji dan perlindungan yang layak,” ujar Mars Khendra.
Kunjungan berakhir dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian P2MI, Pemprov Kalteng, Pemkot Palangka Raya, dan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya untuk program pelatihan SDM migran.
MoU ini juga diharapkan menjadi langkah awal transformasi ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah, sejalan dengan visi Kabinet Merah Putih untuk Indonesia Emas 2045. []
