August 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

90% Kebutuhan Kedelai di Indonesia Pemenuhannya Masih Dari Impor

2 min read

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan 90% kebutuhan komoditas kedelai nasional dipenuhi dari impor. Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menyoroti produksi kedelai nasional pada tahun 2021 yang hanya berkisar 240 ribu ton. Padahal, kata dia, kebutuhan kedelai nasional sekitar 2 juta ton. Sasmito Madrim melaporkannya untuk VOA.

Menurut Sudin, kecilnya produksi kedelai nasional dikarenakan petani tidak tertarik menanam kedelai mengingat harganya rendah. “Kebutuhan kedelai kita itu secara keseluruhan 7,2 juta ton. Ada bungkil, ada bubuk. Sementara kedelai segar hampir 2 juta ton. Berarti 90 persen lebih impor,” jelas Sudin saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR bersama Kementerian Pertanian, 24 Januari 2022.

Sudin mengajak Kementerian Pertanian mencari solusi bersama atas rendahnya produksi nasional. Salah satunya, katanya, dengan memastikan harga kedelai yang layak di tingkatan petani. Ia meyakini dengan harga yang disampaikan pemerintah yakni Rp 8.500 per kilogram, petani akan bersedia menanam kedelai dan produktifitas kedelai meningkat.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengamini pemenuhan kedelai nasional masih bergantung kepada impor dan harga yang rendah membuat petani tidak berminat untuk menanam kedelai. Selain itu, kata dia, tanaman kedelai juga rentan serangan hama sehingga berdampak kepada produktifitas kedelai lokal.

Namun, menurut Mentan, tantangan lainnya adalah persoalan anggaran tanaman pangan yang terus menurun setiap tahunnya.”Persoalannya ada di anggaran yang terus turun. Tanaman pangan itu dari Rp5 triliun turun menjadi Rp 3 triliun, menjadi Rp 2 triliun lalu tinggal Rp 1,7 triliun,” jelas Syahrul Yasin Limpo dalam rapat kerja.

Syahrul menjelaskan harga kedelai akan mengalami kenaikan, namun ia mengklaim Kementerian Pertanian akan berusaha mengatasi persoalan ini. Namun, ia meminta DPR mendampingi pihaknya dengan membentuk gugus tugas dalam mencari solusi bersama persoalan kedelai.

Sebelumnya, terkait kedelai, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menegaskan, pemerintah menjamin stok kedelai saat ini cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya untuk produksi industri pengrajin tahu dan tempe. Hal ini disampaikan menyusul peningkatan harga kedelai dunia.

“Kementerian Perdagangan bersama seluruh pelaku usaha kedelai nasional menjamin harga kedelai tetap terjangkau dan stok kedelai cukup untuk memenuhi kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe nasional, meskipun harga kedelai dunia masih cukup tinggi,” jelas Oke melalui keterangan tertulis Rabu, 19 Januari 2022.

Oke menjelaskan, peningkatan harga kedelai disinyalir karena negara produsen kedelai, seperti Argentina dan Brasil, terdampak cuaca ekstrem. Selain itu, kata dia, terdapat pembelian kedelai dalam skala besar (rush buying) dari Amerika Serikat dan China setelah badai Ida berakhir.

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai dunia pada minggu kedua Januari 2022 sekitar 13,77 dolar AS/bushels atau setara 505 dolar AS/ton naik dari kondisi minggu pertama Januari 2022 yaitu 13,15 dolar AS/bushels atau setara 483 dolar AS/ton. Sementara harga di tingkat importir diperkirakan Rp 9.300 per kilogram. []

Advertisement
Advertisement