May 18, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Agar Tak Kembali ke Negara Penempatan, Puluhan PMI Purna Dilatih Wirausaha

2 min read

KENDAL – Sebanyak 20 orang eks pekerja migran Indonesia (PMI) di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal Jawa Tengah dilatih bagaimana cara berwirausaha. Pelatihan selama dua hari ini dipusatkan di balai desa setempat.

“Pelatihan dua hari, tanggal 19-21 April. Eks pekekerja migran ini juga praktek lapangan,” kata koordinator lapangan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah, Desi Triswiarini, Kamis (21/04/2022).

Desi mengungkapkan, pelatihan wirausaha ini bertujuan untuk memberi ketrampilan kepada eks pekerja migran. Dengan ketrampilan ini, harapannya mereka tidak kembali lagi ke luar negeri, melainkan mengembangkan usaha sendiri. “Jika usahanya maju, bisa merekrut tenaga kerja sekaligus mengurangi pengangguran,” ungkapnya.

Menurut Desi, pelatihan wirausaha dititikberatkan pada usaha jasa dan pembuatan produk makanan ringan, serta tata boga. Ini dilakukan karena di Desa Jungsemi memiliki banyak hasil pertanian, seperti melon, semangka, jagung, ketela dan lainya. Ia menyebut, hasil pertanian belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Dengan pelatihan ini diharapkan bisa mengolah hasil pertanian lebih berhasil guna,seperti di buat minuman atau lainnya,” tukasnya.

Dengan pelatihan ini diharapkan akan melahirkan wirausahawan baru dari eks migran Desa Jungsemi. “Diharapkan juga bisa melahirkan makanan dan minuman khas Jungsemi sekaligus sebagai oleh-oleh Pantai Indah Kemangi” ujarnya.

Sementara Kepada Desa Jungsemi, Dasuki, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah yang telah memberi pelatihan bagi warganya. Dengan pelatihan ini semoga bisa lebih meningkatkan usaha masyarakat.

“Yang belum memiliki usaha bisa mengembangkan usahanya dari hasil pelatihan,” katanya.

Salah satu peserta pelatihan, Muksodah, mengaku senang dengan adanya pelatihan ini. Dengan pelatihan ini bisa lebih mengembangkan usahanya di bidang perdagangan.

“Tak hanya cara wirausaha, ini juga diajarkan pemasaran online,” katanya. []

Advertisement
Advertisement