October 2, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Agar Tertarik Menjadi PMI Setelah Lulus Kuliah, Pemerintah Sosialisasikan Migrasi Aman Dihadapan Mahasiswa di Jawa Barat

2 min read

JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat terus mendorong generasi muda untuk memahami pentingnya migrasi aman sekaligus mengenali peluang kerja di luar negeri. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi kepada mahasiswa dalam Seminar Nasional dan Tutorial bertajuk “Migrasi Aman, Adil dan Peluang Kerja di Jerman” yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Selasa (29/9/2026).

Kepala BP3MI Jawa Barat, Singgih Hermawan, selaku keynote speaker dalam kegiatan tersebut menyampaikan materi mengenai migrasi aman dan peluang kerja di Jerman. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa peluang bekerja di luar negeri perlu diiringi dengan kesiapan calon pekerja migran Indonesia (CPMI), baik dari sisi kompetensi, keterampilan, kemampuan bahasa, maupun pemahaman terhadap prosedur penempatan.

“Peluang bekerja di luar negeri harus diimbangi dengan kesiapan. Mahasiswa perlu membekali diri dengan kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan, kemampuan bahasa, serta pemahaman mengenai prosedur penempatan. Dengan demikian, proses migrasi dapat dilakukan secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Singgih.

Menurut Singgih, pemahaman mengenai prosedur penempatan menjadi bagian penting yang perlu diketahui sejak dini oleh generasi muda yang memiliki ketertarikan untuk bekerja di luar negeri. Edukasi mengenai migrasi aman juga diperlukan agar CPMI memiliki bekal informasi yang memadai sebelum mengambil keputusan untuk bekerja di luar negeri.

Selain menyampaikan informasi mengenai peluang kerja di Jerman, Kepala BP3MI Jawa Barat juga mengajak mahasiswa melihat pentingnya kemampuan bahasa sebagai salah satu bekal untuk memasuki pasar kerja internasional. Dalam sesi interaktif, mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa asing diberikan kesempatan untuk menunjukkan keterampilan berbahasa Jepang, Korea, dan Jerman.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti oleh 208 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan sivitas akademika UMMI. Seminar ini menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memperoleh informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, khususnya Jerman, sekaligus memahami pentingnya mempersiapkan kompetensi dan menempuh proses migrasi melalui jalur yang aman dan sesuai ketentuan.

Retno Widyastuti, selaku Project Manager WP1 MAGMA, menyampaikan bahwa kegiatan serupa telah dilaksanakan di sejumlah wilayah, termasuk Sukabumi, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan, melalui kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih luas bagi mahasiswa-mahasiswi terkait prosedur bekerja ke luar negeri,” ujar Retno.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Reny Sukmawani, menyampaikan bahwa antusiasme mahasiswa untuk bekerja ke luar negeri cukup tinggi. Menurutnya, minat tersebut menunjukkan ketertarikan mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus memperoleh pengalaman kerja di tingkat internasional.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi kepada Kepala BP3MI Jawa Barat sebagai bentuk apresiasi atas kehadirannya dalam kegiatan tersebut. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply