October 3, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ratusan Siswa SMK di Solo Ditempa Agar Siap Menjadi PMI Setelah Lulus Sekolah Nanti

4 min read

JAKARTA – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Tengah terus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing calon pekerja migran Indonesia (CPMI) melalui penguatan kompetensi, kemampuan bahasa asing, serta kesiapan mental. Upaya tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia Program SMK Go Global di Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala BP3MI Jawa Tengah, Dewi Ariani. Dalam sambutannya, Dewi menyampaikan bahwa Program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi muda agar memiliki kompetensi dan daya saing yang dibutuhkan di dunia kerja, termasuk menghadapi persaingan di industri global.

“Program SMK Go Global bukan berarti pemerintah mengarahkan masyarakat untuk bekerja ke luar negeri. Yang ingin kita lakukan adalah memberikan pilihan yang lebih luas kepada masyarakat usia produktif. Dengan memiliki kompetensi yang baik, kemampuan bahasa, dan kesiapan mental, mereka memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan masa depan dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing,” ujar Dewi.

Ia menjelaskan, kesempatan bekerja di luar negeri merupakan salah satu pilihan yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja Indonesia. Namun, pilihan tersebut harus diikuti dengan kesiapan yang memadai.

“Calon pekerja migran harus memiliki keterampilan sesuai bidang pekerjaan, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan budaya kerja yang berbeda,” tegasnya.

Dewi juga menyoroti biaya yang perlu dipersiapkan calon pekerja migran dalam proses penempatan ke luar negeri. Menurutnya, pelatihan peningkatan kapasitas yang diberikan melalui Program SMK Go Global menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu calon pekerja mempersiapkan diri sebelum memasuki tahapan penempatan.

“Biaya penempatan bekerja ke luar negeri memang perlu dipersiapkan. Karena itu, pelatihan seperti ini menjadi penting karena peserta mendapatkan peningkatan kapasitas dan kompetensi sebelum masuk ke proses penempatan. Dengan difasilitasinya pelatihan ini, diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya yang harus dipersiapkan calon pekerja migran sebelum berangkat,” jelasnya.

Untuk membantu peserta dalam menghadapi persoalan pembiayaan, BP3MI Jawa Tengah juga membangun kerja sama dengan Bank Jateng sebagai mitra perbankan. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan bagi calon pekerja migran yang membutuhkan solusi pembiayaan dalam proses penempatan melalui mekanisme yang resmi dan sesuai ketentuan.

Dewi berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan masing-masing.

“Jangan hanya mengejar sertifikat. Yang paling penting adalah kompetensi yang diperoleh benar-benar dikuasai dan dapat diterapkan ketika masuk ke dunia kerja. Selain keterampilan dan bahasa, mental juga harus dipersiapkan karena ketika bekerja di luar negeri akan menghadapi lingkungan, budaya, dan pola kerja yang berbeda,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Duta Bangsa Surakarta, Assoc. Prof. Singgih Purnomo, menyampaikan bahwa Universitas Duta Bangsa memiliki komitmen untuk mendukung peningkatan kompetensi masyarakat yang ingin mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, termasuk bagi mereka yang memiliki minat bekerja di luar negeri.

Pada pelaksanaan Program SMK Go Global kali ini, Universitas Duta Bangsa menyelenggarakan pelatihan bagi peserta batch 2 dan 3 dengan jumlah keseluruhan sebanyak 195 orang. Peserta terbagi dalam lima bidang pelatihan, yaitu Operation Production-Bahasa Inggris sebanyak 63 orang, Elderly Caretaker-Bahasa Inggris sebanyak 24 orang, Peternakan-Bahasa Mandarin sebanyak 57 orang, Budidaya Tanaman-Bahasa Mandarin sebanyak 11 orang, serta Housekeeping-Bahasa Inggris sebanyak 40 orang.

Singgih menekankan pentingnya kesiapan mental. Peserta yang nantinya bekerja di luar negeri akan berhadapan dengan lingkungan kerja dan budaya yang berbeda sehingga kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dalam menunjang keberhasilan bekerja.

“Skill dan bahasa memang penting, tetapi mental juga tidak kalah penting. Perbedaan budaya akan memengaruhi bagaimana seseorang beradaptasi dan menjalankan pekerjaannya. Karena itu, kami berharap peserta benar-benar serius mengikuti pelatihan ini sehingga memiliki kemampuan lebih untuk bersaing di pasar global,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Surakarta, Pramutedy Sukoco, turut menyampaikan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Berdasarkan data yang dimiliki Disnaker Kota Surakarta, kelompok pekerja generasi Z menjadi salah satu kelompok yang rentan menghadapi persoalan dalam hubungan kerja. Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah ketika pekerja menghadapi tekanan tinggi di perusahaan dan memilih meninggalkan pekerjaannya tanpa melalui proses pengunduran diri maupun mekanisme pemutusan hubungan kerja secara resmi,” jelas Pramutedy.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan teknis saja belum cukup untuk menghadapi dunia kerja. Seorang pekerja juga membutuhkan kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa, serta kesiapan mental agar mampu menghadapi tekanan dan beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Pelaksanaan Program SMK Go Global di Universitas Duta Bangsa Surakarta menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompeten. Penguatan keterampilan teknis yang dipadukan dengan kemampuan bahasa dan kesiapan mental diharapkan mampu meningkatkan kesiapan peserta dalam menghadapi tuntutan dunia kerja.

Pembukaan kegiatan tersebut menandai dimulainya proses pelatihan untuk memperkuat kompetensi peserta dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin terbuka. BP3MI Jawa Tengah berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara disiplin dan serius serta memiliki bekal yang lebih kuat untuk menentukan langkah karier setelah menyelesaikan program. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply