November 26, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Angka Kasus Bunuh Diri Lansia Meningkat di China Daratan

2 min read

JAKARTA – Presiden Xi Jinping sempat disanjung karena berhasil mengentaskan kemiskinan. Namun, sebagian warga Cina mengeluh karena Xi berfokus pada generasi muda, melupakan warga lanjut usia yang akhirnya bunuh diri.

Fakta ini menjadi perhatian, ketika Partai Komunis Cina menggelar kongres lima tahunan mereka pada pekan ini.

Diketahui program-program Xi memang dianggap sukses membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda di kota-kota besar.

Namun ternyata, para lansia dibiarkan hidup bergantung pada subsidi pemerintah, tanpa bantuan anak muda di sekitar mereka. Penghasilan yang masuk ke kantong mereka pun seadanya.

Dengan penghasilan minim itu, mereka sulit mendapatkan perawatan medis memadai, yang justru penting di rerata usia mereka.

Berdasarkan riset teranyar kantor berita Xinhua, tingkat bunuh diri lansia di daerah pinggiran naik lima kali lipat dalam dua dekade belakangan.

Seorang mantan pekerja lembaga swadaya masyarakat di China, Yao Cheng, mengakui bahwa gejala lansia bunuh diri sudah terlihat dalam beberapa tahun ini.

“Ketika kalian pergi ke daerah pinggiran, kalian akan sering mendengar seseorang meninggal, dan ketika kalian bertanya lebih lanjut, mereka sering menyebut bahwa itu karena bunuh diri,” ujar Yao dikutip dari laman Radio Free Asia, dikutip pada Selasa (18/10/2022).

Yao lantas menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke salah satu daerah pegunungan terpencil di Hunan, bersama seorang jurnalis Jerman pada 2011 silam.

“Anak-anak muda di desa sudah pergi mencari kerja dan yang tersisa hanya lansia berusia 60-70 an tahun. Kebanyakan dari mereka hidup dari bantuan pemerintah kurang dari 100 yuan setara dengan Rp215 ribu per bulan,” jelas Yao.

Tak tahan dengan segala penderitaan hidup tanpa bantuan berarti, para lansia itu akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

“Mereka tak mau mati dalam kesakitan. Saya dengar mereka akan minum banyak obat tidur, karena mereka tak kuat menggantung diri sendiri. Cara bunuh diri lain adalah minum pestisida,” ucap Yao.

Sementara itu, seorang asisten profesor bidang pekerjaan sosial pemerintah dari Universitas Hong Kong, Yu-Chih Chen, selain biaya hidup dan medis, perasaan terisolasi juga menjadi salah satu faktor utama yang membuat lansia bunuh diri.

Merujuk pada data sensus 2020, menurut Chen, hampir 24 persen populasi di daerah pinggiran saat ini berusia di atas 60 tahun. Lebih dari 100 juta di antaranya kini tinggal sendiri di rumah di mana mereka membesarkan anak-anaknya.

“Isolasi sosial terbukti membuat angka kematian meningkat dalam berbagai studi akademis. Dampaknya terhadap kesehatan mirip dengan efek merokok 15 batang sehari,” ucap Chen

Tak hanya itu, satu studi dari Universitas Pennsylvania pada 2021 bahkan menunjukkan angka bunuh diri lansia menurun 8,7 persen selama libur Tahun Baru Cina, ini dikarenakan ketika anak-anak muda pulang menemui orang tua di kampung halaman.

Aktivis yang bermarkas di Amerika Serikat, Chen Guancheng, mengatakan bahwa pemerintah Negeri Tirai Bambu sebenarnya bisa mengatasi masalah ini dengan perubahan fokus kebijakan.

Menurutnya, Cina harus menyeimbangkan program mereka antara di kota-kota besar dengan daerah pinggiran. []

Advertisement
Advertisement