August 12, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Apa Merk Smartphonemu ? Merk-Merk Smartphone Berikut Ini Punya Radiasi Tinggi yang Bisa Memicu Kanker

2 min read

JAKARTA –  Radiasi dari ponsel pintar memiliki risiko terhadap kesehatan tubuh manusia, salah satunya berpotensi memicu kanker. Beberapa merek HP kenamaan diketahui menempati deretan ponsel dengan radiasi tinggi, ada Sony, Motorola, Oppo dan ZTE yang tingkat radiasinya di atas 1,3 watt per kilogram.

Beberapa negara bahkan sudah banyak yang membatasi hasil radiasi yang ditimbulkan HP karena efeknya berbahaya bagi tubuh manusia. Misalnya, di Amerika Serikat melalui Komisi Komunikasi Federal yang membatasi SAR (Tingkat Absorpsi Spesifik) maksimum dari ponsel sebesar 1,6 watt per kilogram.

Tingkat radiasi ponsel disebut berpotensi menyebabkan jenis kanker tertentu atau masalah kesehatan lainnya. Kanker otak dan sistem saraf pusat telah menjadi perhatian khusus karena telepon genggam digunakan dekat dengan kepala.

Tubuh manusia sendiri diketahui mampu menyerap energi dari perangkat yang memancarkan radiasi frekuensi radio.

Dikutip dari laman National Cancer Institute, satu-satunya efek biologis yang diakui secara konsisten dari penyerapan radiasi frekuensi radio pada manusia yang mungkin ditemui masyarakat umum adalah pemanasan ke area tubuh tempat ponsel dipegang (misalnya, telinga dan kepala). Namun, pemanasan itu tidak cukup untuk meningkatkan suhu inti tubuh secara terukur.

Tidak ada efek kesehatan berbahaya lainnya yang ditetapkan dengan jelas pada tubuh manusia dari radiasi frekuensi radio tersebut.

Beberapa penelitian tentang dampak radiasi ponsel terhadap kesehatan tubuh manusia dilakukan. Pada 2011, dua penelitian kecil diterbitkan yang meneliti metabolisme glukosa otak pada orang setelah mereka menggunakan ponsel, namun hasilnya tidak konsisten.

Satu studi lainnya menunjukkan peningkatan metabolisme glukosa di wilayah otak yang dekat dengan antena dibandingkan dengan jaringan di sisi berlawanan dari otak. Sedangkan penelitian lain menemukan penurunan metabolisme glukosa di sisi otak tempat ponsel digunakan.

Penulis mencatat hasil studi ini masih awal dan kemungkinan hasil dari perubahan metabolisme glukosa pada manusia tidak diketahui. Temuan yang tidak konsisten seperti itu tidak jarang dalam studi eksperimental efek fisiologis radiasi elektro magnetik frekuensi radio pada manusia.

Beberapa faktor yang dapat berkontribusi pada inkonsistensi di seluruh studi tersebut antara lain perkiraan dosis, kegagalan untuk mempertimbangkan efek suhu, dan peneliti tidak “dibutakan” dengan status paparan.

Studi lain menyelidiki aliran darah di otak seseorang yang terpapar radiasi frekuensi radio dari ponsel dan tidak menemukan bukti adanya efek pada aliran darah di otak.

Peneliti lain menemukan kanker otak dan kanker sistem saraf pusat tidak berubah selama penggunaan ponsel. Akan tetapi, peneliti telah mempelajari apakah kenaikan jumlah kasus baru kanker otak atau kanker sistem saraf pusat setiap tahun akibat penggunaan HP.

Penelitian lain menyebut efek negatif dari radiasi HP adalah tumor kepala dan leher. Namun, berdasarkan studi Kasus-Kontrol Interphone yang meneliti tentang penggunaan ponsel dan risiko tumor kepala dan leher, tidak ada peningkatan secara total pada kanker pada otak dan sistem saraf pusat lainnya (glioma dan meningioma).

Dalam analisis selanjutnya dari data Interphone, peneliti menyelidiki kemungkinan tumor lebih mungkin terbentuk di area otak dengan paparan radiasi tinggi. Satu analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara lokasi tumor dan tingkat radiasi. Namun, bukti lain menemukan, glioma “mungkin” berkembang di tempat dengan paparan tertinggi. []

Advertisement
Advertisement