April 22, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ayam Geprek Khoyum, Ihtiyar Mantan PMI Mendulang Rejeki di Jalan Tol Kertosono Ngawi

2 min read

KERTOSONO – Geliat ekonomi yang berkembang usai difungsikannya Tol Trans Jawa mulai terlihat dimana-mana. Memang, yang terlihat barulah geliat, bukan berapa besar keuntungan profit yang mereka dapat.

Seperti halnya di Kertosono, seorang mantan PMI bernama Khoyum asal Kertosono ikut mencoba peruntungan membuka usaha gerai kuliner ayam geprek di kawasan Rest Area KM 597 B tol Ngawi Kertosono.

“Saya coba usaha biar enggak balik lagi (jadi TKI),” kata Khoyum di lokasi, Kamis, 20 Desember 2018.

Dia mengaku kali pertama mencoba membuka usaha. Dia mengetahui adanya lokasi berjualan ketika bertanya ke Jasa Marga.

Khoyum akhirnya mendapatkan lapak di tempat istirahat dengan biaya Rp17, 5 juta per tahun. Namun, untuk tahun pertama dia mendapatkan subsidi dari BRI.

Ayam geprek dagangannya dijual Rp20 ribu per porsi. Bila akhir pekan, dia dapat menerima penghasilan hingga Rp400 ribu. Angka itu lumayan mengingat tol baru beroperasi.

Khoyum berterima kasih atas fasilitas yang diberikan pemerintah. “Jadi lebih baik, bisa mengurangi pengangguran. Jadi bisa mandiri.”

Senada dengan Khoyum, Anna, pedagang lainnya, juga terbantu. Dia yang dulu bekerja kepada orang, kita bisa membangun warung soto ayam kampung bersama sang suami.

Anna juga mendapat harga sewa yang sama dengan Khoyum, Rp17, 5 juta per tahun atau Rp.  1,45 juta per bulan. Dia menganggap harga sewa itu tak memberatkan.

Pendapatannya masih tak menentu. Namun, pada akhir pekan, dia bisa mengantongi Rp800 ribu dari soto ayam kampung yang dibanderol Rp15 ribu per porsi.

“Sudah puas dagang di sini,” ungkap dia.

Presiden Joko Widodo menyicipi menu yang ada di tempat istirahat KM 597 B, Tol Ngawi-Kertosono. Dia memang menginginkan tempat istirahat di Trans-Jawa digunakan untuk UMKM unggulan daerah.

“Kalau ada brand lokalnya kenapa harus pakai brand asing,” ucap Presiden ke-7 Indonesia itu.[]

Advertisement
Advertisement