June 14, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Bahaya yang Mengancam Dibalik Kebiasaan Mencabut Bulu Hidung

3 min read

JAKARTA – Salah satu kebiasaan yang seringkali dilakukan seseorang adalah mencabut bulu hidung sendiri. Namin dengan cara yang salah, mencabut bulu hidung bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Pada umumnya, dikutip dari alodokter.com, bulu hidung memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan di dalam hidung.

Tidak hanya itu, bulu hidung juga berfungsi untuk menyaring debu, serangga kecil, hingga mikroorganisme, seperti bakteri dan virus, yang terhirup masuk ke dalam hidung agar tidak masuk ke dalam paru-paru.

Bulu hidung yang tumbuh terlalu panjang bisa mengganggu penampilan, sehingga tidak sedikit orang yang sering mencabutnya. Namun, jika dilakukan dengan cara yang salah, mencabut bulu hidung bisa menyebabkan terjadinya infeksi.

Melansir cnnindonesia.com dari berbagai sumber, berikut beberapa dampak buruk mencabut bulu hidung bagi kesehatan yang perlu kamu tahu:

  1. Meningkatkan risiko asma

Bulu hidung sangat berguna untuk mencegah asma karena fungsinya menghalangi debu dan alergen. Namun ketika mencabutnya terlalu banyak justru akan membawa banyak partikel melewati hidung dan masuk ke paru-paru sehingga meningkatkan risiko terkena asma.

Hal ini didukung dengan penelitian pada 2011 yang melihat hubungan antara kepadatan bulu hidung dan perkembangan asma pada orang dengan alergi musiman.

Dari 233 peserta yang dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jumlah rambut, peneliti menemukan peserta dengan bulu hidung paling sedikit memiliki risiko lebih tinggi terkena asma.

 

  1. Rambut tumbuh ke dalam

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, mencabut bulu di hidung dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam (ingrown nose hair).

Ditambahkan Healthline, gejala umum bulu hidung tumbuh ke dalam meliputi pembentukan benjolan seperti jerawat atau bisul, iritasi, nyeri, dan gatal.

 

  1. Sinusitis

Mencabut bulu hidung juga dapat menyebabkan sinusitis, dikutip dari Mirror. Kondisi ini memiliki gejala seperti sakit kepala, nyeri wajah, hidung meler dan hidung tersumbat.

 

  1. Infeksi hidung

Mencabut bulu hidung juga dapat menyebabkan infeksi atau vestibulitis hidung. Infeksi ini diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus.

Selain mencabut bulu hidung, infeksi dapat disebabkan juga oleh mengupil, tindik hidung, dan meniup hidup berlebihan yang menimbulkan luka.

Gejala infeksi juga biasanya meliputi kemerahan di dalam dan luar area hidung, benjolan seperti jerawat, kerak di sekitar lubang hidung, dan rasa sakit.

 

  1. Merusak kulit bagian dalam hidung

Mencabut bulu hidung tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan pada kulit bagian dalam hidung dan meninggalkan patogen. Hal inilah yang menyebabkan infeksi pada hidung.

Apabila memang bulu hidung sudah mulai panjang dan dirasa mengganggu penampilan, maka sebaiknya gunakan gunting khusus untuk memotong ujung bulu hidung.

 

  1. Furunkulosis hidung

Bahaya mencabut bulu hidung juga menyebabkan timbulnya rasa sakit pada pangkal hidung.

Hal ini biasanya disebut dengan furunkulosis atau infeksi dalam pada folikel rambut di hidung. Infeksi ini biasanya menyebabkan nyeri, bengkak, dan kemerahan.

 

  1. Infeksi serius

Dilansir dari Times of India, wajah manusia memiliki area segitiga bahaya atau the danger triangle of the face yang meliputi hidung ke sudut mulut.

Di area ini terdapat saraf dan pembuluh darah yang terhubung langsung ke otak. Apabila terjadi infeksi maka bakteri atau virus akan dapat menyebar dengan cepat hingga ke pusat sistem saraf bahkan berisiko mengalami kelumpuhan.

Mencabut bulu hidung sama berbahayanya dan berisiko memindahkan infeksi dari pembuluh darah ke otak. Meskipun infeksi ini jarang terjadi, tetapi seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akan lebih rentan terhadapnya.

Nah, itulah beberapa dampak buruk yang bisa dialami jika keseringan mencabut sendiri bulu hidung. Semoga bermanfaat. []

Advertisement
Advertisement