September 4, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Baru Atasi Keringat Berlebih Di Ketiak itu Disebut Advance Sweat Reduction

2 min read

JAKARTA – Berkeringat merupakan mekanisme alami untuk menjaga agar suhu tubuh tetap stabil. Produksi keringat dapat meningkat ketika tubuh dipicu suhu panas lingkungan, melakukan aktivitas fisik, atau mengalami kondisi medis tertentu.

Pada sebagian orang, produksi keringat bisa saja sangat berlebihan, bahkan ketika tidak sedang kepanasan, berolahraga, atau melakukan aktivitas berat apapun. Kondisi tersebut dikenal sebagai hiperhidrosis.

Meski tidak berbahaya, hiperhidrosis bisa menyebabkan ketidaknyaman, mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga menurunkan rasa percaya. Biasanya, kondisi ini bisa ditangani melalui penggunaan deodoran atau penyuntikan botoks.

Namun saat ini, telah hadir teknologi terbaru untuk mengatasi keringat berlebih di area ketiak bernama Advance Sweat Reduction. Tindakan minimal invasif ini membantu mengurangi produksi keringat berlebih di area ketiak.

“Tindakan ini dilakukan dengan cara laser assisted liposuction yang dimasukkan melalui sayatan kecil ke lapisan tipis di bawah kulit untuk mengikis, merusak, dan menyedot keluar kelenjar keringat di area tersebut. Dengan menjalani prosedur ini, kelenjar keringat yang sudah diangkat atau dihancurkan tidak akan pernah tumbuh kembali sehingga produksi keringat tidak berlebih lagi,” kata spesialis dermatologi venereologi dr. Irwan Saputra Batubara dalam diskusi media RS Pondok Indah di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Melalui tindakan ini, produksi keringat di ketiak pasien bisa berkurang secara permanen sebesar 70-90%. Selain mengurangi keringat, Advance Sweat Reduction juga secara drastis dapat mengurangi bau badan. Kemungkinan kekambuhannya hanya 10-20%.

“Kekambuhannya mungkin terjadi karena ini biasanya akibat kelenjar mikro yang terlewat. Jika dirasa kurang maksimal, tindakan ini sangat aman untuk dilakukan ulang di kemudian hari,” lanjut dr. Irwan.

Setelah tindakan, biasanya area ketiak dibalut dengan perban tekan yang ketat. Fungsi perban tekan ini untuk mencegah penumpukan cairan di bawah kulit dan mempercepat kulit ketiak menempel kembali dengan baik.

Dalam waktu tujuh hari, aktivitas ringan sehari-hari boleh dilakukan kembali, dan baru di hari keempat belas aktivitas fisik yang lebih berat seperti olahraga bisa dilakukan secara bertahap.

Dengan keunggulannya yang tidak memicu efek keringat kompensasi atau pindahnya keringat berlebih ke area punggung, dada, atau paha, metode ini sangat dianjurkan.  []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply