August 1, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Beberapa Pekan Belakangan, Jatim Alami Kenaikan Kasus Positif Corona Signifikan

2 min read
Data Pandemi Corona Jawa Timur Per 21 Juni 2021

Data Pandemi Corona Jawa Timur Per 21 Juni 2021

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SURABAYA – Dalam kurun waktu 5 minggu terakhir, terdapat 8 provinsi dengan kenaikan jumlah kasus aktif signifikan . Salah satunya adalah provinsi Jawa Timur dengan angka kenaikan +3.018. Sedang 7 provinsi lainnya adalah DKI Jakarta (+20.020), Jawa Tengah (+17.039), DI Yogyakarta (+2.857), Aceh (+2.500), Kepulauan Riau (+1.441), Kalimantan Tengah (+1.237) dan Banten (+1.176).

Hal tersebut disampaikan Ketua Sub-Bidang Data & IT Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional, Dewi Nur Aisyah, saat paparan pada Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang digelar melalui zoom meeting dan link youtobe, Minggu (20/06/2021).

Ditambahan Dewi, pada awal pandemi kasus aktif di Indonesia berada di atas rata-rata dunia dan kondisi ini terus terjadi hingga Agustus 2020. Sejak awal Februari 2021, kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan sedangkan banyak negara lain mengalami kenaikan yang mengakibatkan kasus aktif Indonesia berada di bawah rata-rata dunia. Indonesia memiliki selisih yang jauh lebih baik dibandingkan rata-rata dunia, untuk kasus aktif sebesar 18,5% dengan angka kesembuhan lebih tinggi dibanding rata-rata dunia mencapai 14,97%.

Namun kenaikan kasus pasca libur Idul Fitri mengakibatkan kasus aktif Indonesia mulai sama dengan dunia. Dalam 16 hari terakhir jumlah kasus Akftif di Indonesia sebesar 41.300 (43,7%), bahkan per tanggal 18 Juni mulai berada di atas rata-rata dunia.Saat ini sudah diangka 6.87% sedangkan dunia hanya 6,50%, dan untuk angka kesembuhan 90,38%, sedangkan dunia 91,33%.

“Kondisi ini harus sama-sama kita pahami bahwa ini merupakan lampu merah bagi kita semua untuk sama-sama mencari strategi pengendalian yang jauh lebih efektif kembali,” tegas Dewi

Untuk mengendalikan kasus aktif tersebut, kata Dewi, perlu ada peningkatan testing dan pelacakan kasus, yaitu dengan meningkatan managemen pengendalian kasus secara targeted dengan melakukan tracing pada setiap temuan kasus konfirmasi Covid-19. Kemudian semua pimpinan daerah harus menargetkan positivity rate di bawah 5% melalui intensifikasi testing and tracing.

Selain itu, tambah Dewi, managemen pelayanan kesehatan juga harus ditingkatkan, mulai dari ketahanan dan pelayanan fasilitas kesehatan di saat terkontrol maupun genting dengan perlindungan nakes dan pasien secara pararel sampai melakukan konversi untuk pelayanan Covid-19 sesuai dengan pedoman kementerian kesehatan yang berlaku dan menerapkan managemen logistic RS terpadu untuk memastikan pasokan alkes dan obat-obatan mencukupi.

“Untuk menangani daerah-daerah dengan kontributor kasus aktif tertinggi nasional, RS dan RS Darurat harus melakukan evaluasi penerapan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu. Prioritaskan kasus yang parah pada fasilitas kesehatan rujukan nasional yang ada di tingkat provinsi,” terang Dewi.

Lebih lanjut Dewi mengatakan, rekomendasi lain untuk pengendalian kasus aktif yaitu dengan menegakkan disiplin prosedur kesehatan dan menegakkan peraturan PPKM Mikro tingkat Kab/Kota. Memaksimalkan mekanisme shift pekerja WFO 25% dan WFH 75%, melaksanakan pembatasan kapasitas pekerja pabrik maksimal 25%. Kemudian melakukan pemantauan ketat pada tempat wisata dan fasum serta mengatur kapasitas transportasi dengan penerapan ganjil genap.

“Tak kalah penting adalah melakukan pembatasan kegiatan sosial kemasyarakatan sesuai dengan zonasi dan pembatasan kapasitas dan/atau jam operasional pusat perbelanjaan, di tempat ibadah, tempat pendidikan, dan tempat hiburan,” pungkas Dewi. []

Kominfo Prov Jatim

Advertisement
Advertisement