September 23, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Begini Alasan Mengapa PMI Memilih Jalur Instan

2 min read

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pelindungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Ditjen Pelindungan KP2MI) menyebut sejumlah calon pekerja migran lebih memilih jalur instan ketimbang mengikuti prosedur resmi. Salah satu alasannya, mereka tidak ingin ribet melalui berbagai tahapan sebelum berangkat.

Sayangnya, hal itu yang membuat para calon pekerja migran rentan terjerat calo hingga menjadi korban Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Persoalan ini muncul dalam diskusi panel internasional di Stella Maris Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Diselenggarakannya diskusi panel internasional itu dalam rangka Hari Minggu Migran dan Pengungsi Sedunia 2026. Direktur Stella Maris Batam Ansensius Guntur menyebut sepanjang 2026, terdapat 104 kasus pekerja migran. Sekitar 80 persen di antaranya berkaitan dengan gaji yang tidak dibayarkan.

Kasus-kasus ini menjadi peringatan bahwa masalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) bisa muncul setelah mereka tiba di negara tujuan. Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyebut penegakan hukum perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan, termasuk melibatkan masyarakat dan tokoh agama agar calon PMI tidak terjerat calo.

“Kemarin ada Police-to-Police (P2P), beberapa minggu lalu ada delegasi dari kita, Polda Kepri, berkunjung ke Kepolisian Johor. Salah satu yang dibahas adalah bagaimana mengantisipasi pengiriman-pengiriman tenaga kerja ilegal itu. Mereka cukup kooperatif dengan kita,” ujar Asep, dikutip dari tayangan Metro Siang, Selasa, 22 September 2026.

Sebagai informasi, Stella Maris Batam menggelar diskusi ini untuk kedua kalinya. Bekerja sama dengan instansi dan kelembagaan terkait, serta voiceindonesia.co di Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan ini berguna untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bekerja di luar negeri secara aman dan terlindungi dengan mengikuti prosedural. Supaya tak menjadi korban TPPO. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply