September 13, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Benarkah Mengecat Rambut Dapat Memicu Kanker Hingga 60% Probabilitasnya ?

3 min read

JAKARTA – Isu penggunaan cat rambut disebut dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 60 persen sempat ramai di media sosial. Namun, angka tersebut perlu dipahami berdasarkan konteks penelitian yang menjadi rujukan.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Samuel Stemi, meminta masyarakat berhati-hati dalam membaca hasil penelitian mengenai hubungan penggunaan cat rambut dan kanker payudara agar tidak terjadi kesalahan penafsiran.

Studi yang menjadi dasar isu tersebut dilakukan National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) Amerika Serikat dan dipublikasikan dalam International Journal of Cancer pada 4 Desember 2019.

Penelitian tersebut melibatkan 46.709 perempuan. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen dan peningkatan risiko kanker payudara pada kelompok tertentu.

“Angka ini harus dipahami secara hati-hati. Ini adalah peningkatan risiko relatif, bukan berarti 60 persen pengguna cat rambut akan terkena kanker payudara,” ujar Samuel, dikutip dari laman IPB University, Jumat (11/9/2026).

Menurut Samuel, penelitian tersebut merupakan studi observasional. Artinya, penelitian menunjukkan adanya hubungan atau korelasi, tetapi belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Dalam penelitian itu, peningkatan risiko relatif sekitar 60 persen ditemukan pada perempuan kulit hitam yang menggunakan pewarna rambut permanen setiap lima hingga delapan minggu atau lebih sering.

Sementara itu, pada seluruh peserta penelitian, penggunaan cat rambut permanen dalam 12 bulan sebelum penelitian dikaitkan dengan sekitar 9 persen peningkatan risiko kanker payudara.

Pada perempuan kulit putih, peningkatan risiko yang ditemukan sekitar 7 persen. Adapun pada perempuan kulit hitam, angkanya sekitar 45 persen.

Hasil Penelitian Belum Konsisten

Samuel mengatakan bukti ilmiah mengenai hubungan penggunaan cat rambut dengan kanker payudara belum sepenuhnya konsisten.

Salah satu meta-analisis yang menggabungkan 14 penelitian dengan lebih dari 210.000 subjek menemukan adanya peningkatan risiko kanker payudara secara keseluruhan sekitar 7 persen.

“Beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara penggunaan pewarna rambut permanen, terutama penggunaan yang sering, dengan peningkatan risiko kanker payudara pada kelompok tertentu, tetapi belum dapat disimpulkan bahwa cat rambut secara langsung menyebabkan kanker,” tutur Samuel.

Ia menjelaskan bahwa produk cat rambut memiliki berbagai formulasi dengan kandungan bahan kimia yang berbeda. Salah satu kelompok bahan yang menjadi perhatian adalah aromatic amines, termasuk p-phenylenediamine atau PPD.

Namun, keberadaan bahan kimia tertentu dalam produk tidak secara otomatis membuktikan bahwa bahan tersebut menyebabkan kanker pada manusia.

Samuel juga menyebut formulasi produk cat rambut telah mengalami perubahan. Sejumlah bahan yang diketahui bersifat karsinogenik telah dihilangkan atau dibatasi penggunaannya.

Pakar Ingatkan Penggunaan Cat Rambut

Samuel mengingatkan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap bijak dalam menggunakan produk cat rambut.

Ia menyarankan masyarakat menggunakan produk yang legal, mengikuti petunjuk pemakaian, serta tidak terlalu sering mengecat rambut. Penggunaan produk juga sebaiknya dihindari ketika kulit kepala sedang mengalami luka atau iritasi.

“Jika seseorang sesekali mengecat rambut, tidak ada dasar ilmiah yang kuat untuk mengatakan bahwa ia harus takut akan terkena kanker payudara karena aktivitas tersebut,” ujarnya.

Namun, bagi orang yang menggunakan cat rambut secara sangat sering dan berlangsung selama bertahun-tahun, terutama produk pewarna permanen, Samuel menyarankan agar frekuensi penggunaannya dikurangi.

Ia juga menyarankan masyarakat memilih produk yang memiliki profil keamanan baik dan mengikuti petunjuk penggunaan yang tercantum pada kemasan.

Dengan demikian, angka peningkatan risiko yang muncul dalam penelitian tidak dapat dimaknai bahwa penggunaan cat rambut secara langsung menyebabkan kanker payudara. Hubungan tersebut masih menjadi bagian dari kajian ilmiah dan perlu dipahami berdasarkan karakteristik penelitian serta kelompok yang diteliti.  []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply