January 17, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berawal Kepincut Lelaki, Seorang PMI Menjadi Budak Seks Selama 12 Tahun Dalam Sekapan

4 min read
-

HONG KONG – Kisah mengharukan menimpa seorang PMI yang job awalnya mengasuh lansia. PMI yang  namanya disamarkan menjadi Lily tersebut pada setiap bulannya mendapatkan gaji sebesar 20 ribu NT setiap bulan serta jatah libur dua kali.

Pada saat dirinya sedang menikmati hari libur dan berkumpul dengan teman-teman sesama PMI dalam sebuah pesta di tempat hiburan. Yang datang di acara tersebut ternyata bukan hanya orang-orang Indonesia, melainkan juga banyak dihadiri oleh kalangan orang Taiwan asli, terutama untuk kalangan laki-laki.

Ada salah satu yang menghadiri acara tersebut seorang pria Taiwan menarik perhatian Lily karena sikapnya yang bersahabat.

Usai pesta berakhir, Lily pun ditawari untuk pulang bareng pria tersebut dengan menaiki mobilnya.

Lily yang baru 2 bulan bekerja di Kaohsiung, Taiwan tentu masih belum mahir benar berkomunikasi dalam bahasa Mandarin. Hingga perjalanan dari tempat pesta bersama pria tersebut hanya sedikit dibumbui pembicaraan.

Tiba-tiba, mobil yang ditumpangi mereka mengarah ke parkiran sebuah hotel, dan pria Taiwan yang disebut bernama Chen mengatakan ada perlu di hotel tersebut, dan Lily diminta untuk ikut saja masuk ke dalam lantaran jika menunggu di mobil, akan terlalu lama bagi dia untuk menunggu sendirian.

Awal petaka terjadi di Hotel ini. Tanpa diketahui oleh Lily, Chen membawanya masuk ke salah satu kamar hotel, kemudian mengunci dari dalam dan langsung mengajak Lily untuk hoho hihe.

Tentu saja Lily menolak, namun Chen yang sudah sangat bernafsu terus memaksa Lily dengan ancaman dan kekerasan. Akhirnya Lily pasrah.

“Jika kamu tidak menangis atau membuat masalah, aku tidak akan menyakiti kamu” kalimat tersebut masih diingat Lily, pernah diucapkan Chen pada malam itu.

Tak diduga, Lily dan Chen berada di hotel tersebut hingga 2 bulan lamanya. Dan selain pada saat hari libur, pada siang hari Chen selalu meninggalkan Lily bekerja.

Namun, Lily tidak bisa melarikan diri lantaran dia diikat dengan tali, pintu dan jendela dikunci dan kekedapan ruangan hotel tidak mungkin membuat suara teriakan Lily akan terdengar keluar.

Setelah 2 bulan berada di Hotel tersebut, Chen berkata pada Lily bahwa dia akan mengajak pulang karena tinggal di Hotel terlalu mahal.

Awalnya Lily mengira, sekeluar dari hotel dia akan dilepaskan. Namun ternyata, Lily dibawa masuk ke penjara yang lain, yakni rumah Chen yang posisinya tidak diketahui oleh Lily di sudut bagian mana berada di kawasan Kaohsiung.

Di rumah tersebut, drama penyekapan panjang bermula.

Setiap kali Chen harus pergi bekerja, Lily akan selalu ditinggalkan sendirian di rumah tersebut dalam keadaan terikat dan pintu serta jendela terkunci.

Pun demikian dengan akses komunikasi, ponsel Lily disita oleh Chen, hingga membuat Lily benar-benar putus komunikasi dengan dunia luar.

Setiap Chen pulang, ikatan pada tubuh Lily dilepas, kemudian Chen memperlakukan Lily layaknya seorang istri. Namun Chen tetap tidak mengijinkan Lily keluar dari dalam rumah tersebut.

Lama kelamaan, Lily pun terbiasa dengan situasi itu. Bahkan Lily merasa perlahan-lahan terbangun ikatan emosional saling membutuhkan diantara keduanya.

Setelah 12 tahun mereka bersama, kesehatan Chen tiba-tiba memburuk hingga mengharuskan Chen menjalani rawat inap di rumah sakit.

Pada saat itulah, Lily untuk kali pertama sejak keluar dari Hotel 12 tahun sebelumnya, bisa menghirup udara bebas di Taiwan.

Lily turut ke rumah sakit untuk merawat dan menjaga Chen dengan memainkan peran sebagai pasangan kekasih.

Namun nyawa Chen tak tertolong, dan Chen akhirnya meninggal dunia.

Lily kembali ke rumah Chen dan tinggal sendirian untuk beberapa hari. Ditengah kebingungannya dia sempat memikirkan banyak hal, terutama berkaitan dengan bagaimana caranya bisa melepaskan diri dari drama penyekapan ini sehingga dia bisa pulang ke Indonesia.

Lily menyadari, bahwa status dia telah overstay dalam durasi yang lama. Bahkan paspor yang dia pegangpun telah kadaluwarsa.

Ditengah kegalauannya, tiba-tiba datang ke rumah tersebut beberapa orang yang menagih uang sewa rumah. Penagih mengaku bahwa mereka adalah pemilik rumah yang disewa Chen. Jika Lily ingin tetap tinggal di rumah tersebut, dia harus membayar sewa. Dan hal tersebut tentu merupakan kemustahilan bagi Lily sebab dirinya tidak memiliki penghasilan.

Setelah penagih pergi, datang lagi beberapa anak muda yang mengaku sebagai anak-anak almarhum Chen. Mereka terkejut saat memasuki rumah tersebut ternyata ada Lily didalamnya dan pernah tinggal dengan ayah mereka selama 12 tahun lamanya.

Anak-anak Chen datang untuk mengemasi barang-barang didalam rumah tersebut kemudian dibawa pergi.

Setelah saat itulah, Lily mengambil keputusan untuk berani melaporkan diri dengan apapun resiko hukumnya.

Lily mendatangi petugas Imigrasi setempat yang dia temui.

Kemudian dia dengan tergopoh-gopoh mengatakan, tolong pulangkan saya ke Indonesia, selama 12 tahun saya disekap oleh warga Taiwan tanpa boleh keluar rumah.

Setelah petugas mendengarkan penuturan Lily dengan seksama, melakukan pengecekan ke lokasi, akhirnya proses pemulangan Lily dilakukan setelah berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Taiwan, KDEI.

Dan Lily akhirnya bisa dipulangkan ke Indonesia pada akhir bulan Oktober kemarin. Sedangkan kasus yang seharusnya menjerat Chen sebagai tersangka utama dari drama penyekapan selama 12 tahun lamanya oleh Polisi Taiwan diputuskan tidak bisa dilanjutkan karena tersangka utama telah meninggal dunia. []

Sumber LTN

Advertisement
Advertisement