November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berbagai Upaya Giat Dilakukan Agar Kasus Corona Tak Melonjak Saat Libur Nataru Depan

2 min read

Calon penumpang antre menunggu bus TransJakarta di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2020). Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencari jalan keluar dan melakukan evaluasi atas terjadinya antrian panjang di halte Transjakarta, dengan hanya mengoperasikan 13 koridor bus mulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB dengan jarak waktu kedatangan bus (headway) 20 menit sekali, dampak dari penerapan "social distancing". ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama.

-

JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, kenaikan mobilitas saat periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi tantangan dalam mempertahankan penurunan kasus yang tengah berlangsung di Indonesia.

“Kondisi kasus Indonesia yang saat ini sedang berada di titik terendah dan telah menurun selama 15 minggu, perlu kita pertahankan agar tidak kembali meningkat pada saat periode Natal dan Tahun Baru,” ujar Wiku dalam keterangan pers perkembangan covid-19 harian yang diikuti dari Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (28/10/2021).

Dia mengatakan, libur Natal dan tahun baru memang menjadi salah satu faktor meningkatnya kenaikan kasus. Pasalnya, terjadi kenaikan mobilitas masyarakat untuk berlibur dari satu tempat ke tempat lain.

Hal ini berkaca pada kasus kenaikan pada akhir 2020 dan puncaknya pada Juli 2021. Mobilitas yang tinggi disertai munculnya varian virus delta waktu itu membuat penularan di masyarakat semakin cepat.

“Kenaikan kasus ini mencapai 13 kali lipat dari titik kasus terendah pascalonjakan pertama,” kata dia.

Saat ini, kata dia, ledakan kasus di Indonesia telah berhasil ditangani saat banyak negara lain menghadapi kenaikan kasus signifikan. Jumlah kasus di Indonesia terus menurun dan aktivitas sosial ekonomi kembali dibuka.

“Fakta ini menunjukkan di Indonesia dalam meningkatkan resiliensi dan ketahanan bangsa menghadapi pandemi covid-19. Meski demikian kita perlu lebih berhati-hati dan menyusun strategi untuk mempertahankan penurunan kasus pada periode Natal dan tahun baru mendatang,” kata dia.

Menurutnya, upaya kolektif seluruh lapisan masyarakat merupakan kunci dalam mempertahankan kondisi penurunan angka penularan covid-19 di Indonesia.

Strategi 5M (memakai masker, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak), dan 3T (testing, tracing, dan treatment) masih menjadi kunci mencegah terjadinya lonjakan kasus, termasuk deteksi dini varian virus dari luar.

“Dari sisi pemerintah sedang dilakukan upaya percepatan peningkatan capaian vaksinasi, utamanya dosis kedua,” kata dia. []

Advertisement
Advertisement