May 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Beresiko Tinggi Ditengah Pandemi, Banyak Masker “Abal-Abal” Beredar di Masyarakat

1 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

JAKARTA – Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengungkapkan, banyak masker yang beredar di masyarakat berkualitas abal-abal.

Selain itu, masker tersebut juga tidak memiliki kemampuan protektif partikular atau medical grade.

Daeng khawatir masker abal-abal itu terpakai oleh tenaga kesehatan dan menjadikan mereka mudah tertular virus dari pasien, baik yang positif COVID-19 maupun kasus asimtomatik atau orang tanpa gejala (OTG).

Hal ini diungkap Daeng dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2021 di Jakarta, Selasa (09/03/2021).

“Banyak contohnya masker yang medical grade, misalnya N95, KF94, KN95 atau maskermasker lain yang medical grade. Ini perlu kita sosialisasikan, karena banyak nakes yang tidak paham yang medical grade dan mana yang tidak,” ujar Daeng dilansir dari ANTARA.

Daeng meminta aparat keamanan untuk menertibkan masker abal-abal yang tidak medical grade di lapangan, agar keamanan masyarakat dan tenaga medis terjamin.

Selain itu, IDI tengah mengampanyekan penurunan transmisi virus di dalam ruangan praktek tenaga kesehatan dengan pembersihan udara.

Menurutnya, setiap pasien yang sakit baik yang positif atau OTG, tanpa berbicara pun atau tanpa mengeluarkan kata-kata pun dapat berpotensi menularkan virus.

Hal itu berkemungkinan besar terpaparnya tenaga kesehatan juga akan terus berlangsung.

“Kalau tidak ada strategi penurunan udara atau tidak ada pembersihan udara di ruangan tersebut, atau penyaringan udara secara baik, maka akan semakin mudah tenaga kesehatan kita setiap hari menghirup virus yang ada di ruangan itu,” ujar dia. []

Advertisement
Advertisement