June 13, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berhenti Jual Produk Orang, Jual Produk Sendiri, Omset Ririn Jutaan Rupiah Setiap Hari

2 min read

KUDUS – Seorang perempuan tampak sibuk di samping gerobak yang terbuat dari aluminium. Perempuan yang mengenakan celemek itu dengan cekatan menggoreng tahu dan sempolan di antara para pembeli. Perempuan tersebut yakni Ririn Ramadani (27) pemilik dari usaha Gerobak Sahabat.

Sembari melayani pembeli, perempuan yang akrab disapa Ririn itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mulai usaha yang diberi nama Gerobak Sahabat di tepi Jalan Bae-Besito, Dukuh Krajan, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus sejak 10 bulan yang lalu. Awalnya, ia berjualan di tepi jalan dekat rumah, sepulang dari bekerja jadi sales sebuah produk minyak goreng.

“Saya jadi sales itu sejak lulus SMA. Karena saya bosan jadi karyawan swasta. Saya pun kemudian memutuskan untuk keluar dan menekuni usaha yang saya rintis,” ujar Ririn dikutip dari Beta News, Jumat (20/11/2020).

Perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus itu menuturkan, memutuskan keluar kerja itu juga disebabkan ia melihat peluang usaha yang dirintisnya. Selain itu memang pada dasarnya ia suka berwirausaha. Menurutnya, usaha Gerobak Sahabat yang menjual sempolan dan tahu krispi itu banyak diminati.

Setelah keluar kerja, lanjutnya, ia pun kemudian mencari lokasi yang lebih ramai yang berada di tepi jalan jalur lambat, yang memungkinkan dagangannya akan laris. Sebab, warga sekitar dan orang yang lewat akan melihat dagangannya.

“Di tempat baru ini saya baru jualan dua hari. Alhamdulillah lumayan laris. Ini tadi yang beli sudah lumayan banyak,” ungkapnya sambil tersenyum.

Dia mengatakan, memilih berjualan aneka camilan kekinian yakni sempolan dan tahu krispi dikarenakan ia juga menyukai makanan tersebut. Dia juga mengaku suka memasak. Jadi ia paham betul makanan yang dijualnya itu pasti enak dan disukai banyak orang dari segala usia.

“Untuk harga saya banderol Rp 5 ribu dapat tujuh butir sempolan. Dengan harga yang sama juga untuk tahu krispi, Rp 5 ribu dapat tujuh buah. Meski begitu, kalau ada yang beli kurang dari Rp 5 ribu tetap saya layani. Sebab kasihan,” bebernya.

Dia menuturkan, setiap hari memproduksi 300 tusuk sempolan dan 400 butir tahu krispi. Untuk penyajian sempolan dikasih saus, sedangkan tahu krispi penyajiannya bisa pakai cabai, bumbu bubuk dengan aneka rasa.

Menurutnya, camilan yang dijualnya itu disukai segala usia. Namun tak dipungkirinya, banyak pembelinya itu dari kalangan anak-anak dan remaja.

“Saya berharap sempolan dan tahu krispi saya makin diminati dan makin laris. Serta kelak bisa buka cabang,” harap Ririn menutup obrolan. []

Sumber Beta News

Advertisement
Advertisement