December 4, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berkenalan dengan Norovirus, Gejala Sekaligus Cara Mengatasinya

2 min read
Prime Banner

ApakabarOnline.com – Seperti pemberitaan sebelumnya,  lebih dari 70 mahasiswa di sebuah universitas di Taiyuan, ibu kota Provinsi Shanxi, China utara, mengalami diare dan muntah-muntah.

Insiden dilaporkan terjadi sejak Rabu (07/10/2020), ungkap pihak universitas itu pada Minggu (11/10/2020) yang diberitakan Xinhua.

Departemen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Taiyuan kemudian mengambil sampel dari 28 kasus mahasiswa itu untuk melakukan tes norovirus pada Rabu dan Sabtu (10/10/2020).

Hasilnya menunjukkan bahwa 11 kasus dinyatakan positif, menurut sejumlah sumber dari universitas tersebut.

 

Lantas, apa itu norovirus?

Dirangkum dari WebMD, norovirus adalah penyebab paling umum dari gastroenteritis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia. Virus ini menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman dan dapat berdampak besar pada kesehatan masyarakat.

Norovirus awalnya disebut virus Norwalk, setelah Kota Norwalk, Amerika Serikat, di mana wabah pertama yang dikonfirmasi terjadi pada 1972 silam.

Norovirus juga kadang disebut keracunan makanan lantaran dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi. Namun, penyebab norovirus tidak selalu dari kontaminasi makanan.

Corona Belum Reda, Muncul Virus Baru Bernama Norovirus dari China, Puluhan Orang Menjadi Korban

Gejala norovirus

Gejala norovirus umumnya akan muncul dalam waktu sehari atau dua hari setelah terpapar. Gejala khasnya adalah mual, muntah (lebih sering pada anak-anak), diare berair (lebih sering pada orang dewasa), dan kram perut.

Selain itu, gejala lain norovirus yakni demam ringan, panas dingin, sakit kepala, nyeri otot, serta kelelahan. Sebagian besar gejala ini tidak serius, tetapi diare dan muntah dapat menghabiskan cairan yang dibutuhkan tubuh, dan dapat menyebabkan dehidrasi.

Anak-anak dan lansia paling rentan mengalami dehidrasi serta malnutrisi karena tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Jika Anda memiliki gejala norovirus, dokter biasanya juga akan melalukan tes feses untuk memastikan bahwa Anda menderita penyakit tersebut. Tapi, diagnosis norovirus biasanya dibuat hanya berdasarkan gejala.

 

Penyebaran norovirus

Orang menjadi terinfeksi norovirus saat mereka makan atau minum dari makanan dan minuman yang terkontaminasi. Tiram mentah atau setengah matang serta buah-buahan dan sayuran mentah menjadi salah satu penyebab penyebarannya.

Infeksi norovirus juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh benda atau permukaan yang telah terinfeksi virus lalu menyentuh hidung, mulut, atau mata. Selain itu, norovirus dapat bertahan hidup pada suhu ekstrim di air dan di permukaan.

Begitu seseorang terinfeksi dari makanan yang terkontaminasi, virus dapat dengan cepat menular dari orang ke orang melalui makanan atau peralatan bersama, dengan berjabat tangan, atau melalui kontak dekat lainnya.

Ketika seseorang yang terinfeksi norovirus muntah, virus dapat menyebar melalui udara dan mencemari permukaan.

Virus juga menyebar melalui feses. Artinya, seseorang yang tidak mencuci tangan secara menyeluruh setelah menggunakan kamar mandi dapat menularkannya. Popok kotor juga bisa menjadi sumber norovirus. []

Advertisement