September 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Bertambah 18, Usai Divaksin Sinovac, Warga Hong Kong Dilarikan ke Rumah Sakit

2 min read
A lab worker demonstrates the dilution, extraction and labelling of BioNTech vaccines, which will become widely available on Wednesday. (Photo Nora Tam - SCMP)

A lab worker demonstrates the dilution, extraction and labelling of BioNTech vaccines, which will become widely available on Wednesday. (Photo Nora Tam - SCMP)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Sebanyak 18 orang warga Hong Kong dilarikan ke rumah sakit usai menerima suntikan vaksin Sinovac. Beberapa orang itu dilaporkan mengalami gejala ruam parah, pusing, hingga jantung berdebar.

Saat ini vaksin Sinovac sudah disuntikkan kepada 91.800 warga Hong Kong. 18 kasus tersebut menandakan angka itu kurang dari 0,019% dari total warga menerima vaksin yang merasakan reaksi cukup berat, dilansir dari South China Morning Post, Selasa (09/03/2021).

Salah satu kejadian serius dihadapi pria berusia 80 tahun. Ia berada dalam kondisi kritis setelah mendapat suntikan di lokasi Tin Shui Wai. Setelah merasa tidak enak badan, dia mencari perawatan medis di Caritas Medical Center di Sham Shui Po. Di sana, dia dipindahkan ke unit perawatan intensif pada hari Sabtu.

Kemudian seorang Wanita 72 tahun lainnya dengan riwayat berbagai penyakit, termasuk diabetes, merasa tidak nyaman setelah menerima suntikan di sebuah pusat di Tseung Kwan O. Dia kemudian dirawat di unit perawatan intensif di Rumah Sakit Prince of Wales di Sha Tin. Ia disebut mengalami masalah diabetes serius.

Kini masalah kasus tersebut di rujuk ke komite ahli untuk melakukan penilaian terhadap masalah ini sesegera mungkin. Dr Lau Ka-hin, dari Otoritas Rumah Sakit mengkonfirmasi akan adanya reaksi merugikan setelah disuntikkan vaksin Sinovac.

Menulis di blognya pada hari Minggu, Sekretaris Utama Matthew Cheung Kin-chung mengatakan pemerintah akan secara teratur memperbarui informasi tentang vaksin secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab, dan akan memantau program inokulasi untuk mengatasi masalah publik.

“Saya memahami bahwa beberapa orang mungkin khawatir karena kejadian seperti itu, tetapi kita harus selalu melihat keamanan vaksin berdasarkan bukti ilmiah. Kami mempercayai pendapat para ahli dan menyambut anggota masyarakat umum untuk mengungkapkan keraguan mereka, “kata Cheung.

“Karena pasokan global untuk vaksin tetap ketat, pemerintah berkomitmen untuk menyediakan kepada masyarakat vaksin yang memenuhi persyaratan dalam hal keamanan, kemanjuran dan kualitas,” lanjutnya.

Ia menambahkan Pemerintah Hong Kong juga akan secara ketat mematuhi prosedur dalam menyetujui vaksin untuk penggunaan darurat. []

 

Advertisement
Advertisement