February 26, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Besarnya Mencapai Ratusan Triliun Rupiah, Remitansi PMI Diharapkan Mendongkrak Ekonomi

2 min read

JAKARTA – Pemerintah mencatat remitansi (proses pengiriman atau transfer uang) pekerja migran Indonesia (PMI) mencapai Rp288 triliun pada 2025 atau naik sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut menunjukkan besarnya kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian nasional, terutama dalam mendorong daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan remitansi menjadi salah satu sumber penting penggerak ekonomi domestik selain belanja pemerintah dan investasi.

“Berdasarkan data dari Bank Indonesia tahun 2024 dari 253.000 penempatan yang kita lakukan dan juga termasuk akumulasi dari tahun sebelumnya, remitansi yang masuk ke negara kita adalah Rp253 triliun,” kata Mukhtarudin usai rapat koordinasi dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

“Dan tahun 2025, berdasarkan data Bank Indonesia ada naik 14 persen. Jadi kurang lebih Rp288 triliun remitansi yang masuk ke Indonesia,” ujarnya menambahkan.

Mukhtarudin menjelaskan, remitansi pekerja migran memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, terutama dalam meningkatkan daya beli dan mendukung pertumbuhan usaha mikro.

“Remitansi ini manfaatnya adalah untuk menggerakkan ekonomi di tingkat grassroot. Artinya daya beli masyarakat, kemudian juga menumbuhkan sektor ekonomi usaha mikro, dan juga menggerakkan ekonomi keluarga,” jelas dia.

Menurut dia, dana remitansi langsung diterima oleh keluarga pekerja migran sehingga memberikan efek nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

“Dia langsung uangnya masuk ke masyarakat sehingga daya beli terdongkrak, salah satunya dari remitansi,” ucap Mukhtarudin.

Ia menambahkan, selain remitansi, penguatan ekonomi nasional juga ditopang oleh belanja pemerintah melalui APBN dan APBD, serta investasi.

Melihat besarnya kontribusi tersebut, pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas dan perlindungan pekerja migran Indonesia ke depan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan pekerja migran memiliki tingkat pendidikan minimal SMA atau SMK serta keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja global.

“Oleh karena itu, peran daripada pekerja migran Indonesia ini memang tidak kita abaikan, pelindungannya pun ke depan harus kita tingkatkan kepada para pekerja migran kita,” katanya.

“Sehingga diharapkan dengan mereka mempunyai pendidikan yang lebih layak dan kita latih lagi melalui vokasi dengan uji kompetensi yang ketat dari negara penempatan, tentu ini akan mempermudah kita lakukan pelindungan,” sambung dia menutup. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply