June 22, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Biadab, Disiksa dan Dipaksa Makan Tahi Kucing, Seorang PRT Diwarat di Rumah Sakit

2 min read

SURABAYA – Nasib tragis menimpa seorang pekerja rumah tangga berinisial EAS (45) yang mendapat perlakuan tidak manusiawi dari majikannya.

EAS, warga Kejawan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya ini menjadi PRT di rumah seseorang di kawasan Raya Manyar, Surabaya.

Siksaan yang diterimanya mulai dari disetrika di bagian paha hingga disuruh makan makanan yang telah dicampur kotoran kucing.

“Majikan saya bilang, itu ada tahi kucing kok ga dibuang. Terus saya bilang iya nanti saya buang. Terus dia bilang lagi, ga usah nanti buat makan kamu. Saya pikir itu bercanda ternyata beneran, saya dikasih makan sama tahi kucing,” ujar EAS kepada Wakil Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno, Jumat (07/05/2021).

Punggungnya juga dipenuhi luka lebam akibat pukulan. EAS bahkan dimasukkan majikannya ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) dengan alasan mengalami gangguan jiwa.

“Ini punggung saya juga sudah diobati, katanya tulang yang sebelah kanan masih bisa diperbaiki. Ini bekas dipukul tiga atau empat bulan yang lalu,” jelasnya.

Mendengar cerita EAS, Anas sangat prihatin. Dia berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Saya siap mengawal dan mendampingi kasus ini,” tegasnya.

Saat ini, Anas meminta pihak Liponsos untuk merawat EAS agar luka-lukanya sembuh, dan setelah itu akan diselesaikan secara hukum jika memang ada tindak pidana.

“Agar tidak terjadi lagi adanya kekerasan. Baik secara umum ataupun khususnya terhadap ART, harus saling menghormati & menghargai,” katanya.

EAS hingga saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya. Kondisinya fisiknya melemah.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji yang sempat menjenguk mengatakan bahwa ART tersebut juga mengalami trauma berat karena penyiksaan yang dialaminya.

“Ibu ini kan mengalami trauma cukup berat. Alami tekanan mental luar biasa. Setelah teman-teman ditugasi di liponsos, dikorek, ternyata ibu ini mengalami suatu penyiksaan dari tuan rumah. Pada saat teman teman ke Manyar, rumahnya tertutup,” kata Armuji di Surabaya, Minggu (09/05/2021).

Sementara itu, anaknya yang ikut bersamanya bekerja di rumah sang majikan sudah diamankan oleh Polrestabes. Armuji juga sudah menjumpai anak ART tersebut. Sebelumnya, anak ART itu sempat ditahan oleh sang majikan.

Armuji kemudian menyampaikan bahwa ia akan memfasilitasi ART tersebut sampai kondisinya benar-benar membaik.

“Saya ingin memastikan agar korban ditangani dengan pelayanan terbaik dan terhindar dari bahaya yang dialaminya. Tak hanya itu, anak korban juga sempat ditahan oleh sang majikan namun sudah berhasil diamankan oleh pihak terkait,” kata Armuji.

Armuji sendiri mendapat informsi soal penyiksaan terhadap ART dari warga Keputih, Sukolilo, Surabaya. Usai mendapat informasi tersebut, Armuji pun langsung bergerak cepat memastikan korban diamankan dari rumah majikannya yang kejam.

ART yang berinisial EAS itu diketahui sudah bekerja selama  13 bulan di rumah majikannya yang janda tersebut. Ia mulai mengalami penganiayaan sejak di bulan ketiga ia bekerja.

EAS mengaku kerap mengalami kekerasan fisik. Hal itu tampak pada banyaknya bekas luka yang ada di punggungnya. Dia juga disiksa dengan cara disetrika pada bagian pahanya hingga melepuh. Ia bahkan pernah dikasih makan kotoran kucing oleh majikannya. []

Advertisement
Advertisement