BMKG Ingatkan Waspadai El-Nino Menjadikan 2019 Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Prime Banner

JAKARTA – Fenomena El Nino menurut para ilmuwan, 2019 akan menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah kehidupan manusia. Kemungkinan tengah berlangsung meningkatkan cuaca ekstrem dan diperburuk dengan perubahan iklim.

Menurut catatan data dari Climate Prediction Center di National Oceanic and Atmospheric Administration, sebanyak 80 persen El Nino telah dimulai.

Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) memprediksi sejumlah kawasan bakal kena dampak fenomena cuaca El Nino dalam waktu dekat.

Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) meminta para petani di seluruh Indonesia untuk waspada akan datangnya fenomena tersebut.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, petani sebaiknya segera berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat.

Pasalnya, mereka sudah mempersiapkan tim khusus penanganan kekeringan. Tim khusus ini akan turun ke lokasi-lokasi kekeringan di wilayah sentra produksi padi.

“Adapun tugas dan fungsi dari tim khusus ini melakukan koordinasi dengan pihak terkait, antara lain TNI, Kementerian PUPR serta Pemerintah Daerah setempat,” kata Sarwo Edhy dalam keterangannya, Jumat (19/04/2019).

Kemudian, tim khusus juga memetakan permasalahan dan negosiasi penggelontoran air dari bedungan. Lalu, terlibat langsung dalam melaksanakan pengawalan gilir giring air sesuai jadwal yang telah disepakati.

“Secara umum permasalahan kekeringan yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang sedikit dan kondisi penggelontoran debit air dari bendunhan mengalami penurunan,” kata Sarwo Edhy.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah meminta petani segera melakukan percepatan masa tanam.

Hal ini bertujuan untuk menghindari dampak El Nino. Selain itu, petani juga disarankan untuk menanam varietas padi berumur pendek dan tahan kering.

“Karena di Banyumas tidak akan lama lagi memasuki musim kemarau. Oleh karena gunakan bibit tanaman yang tahan terhadap kekeringan,” ujar Kepala Dinpertan dan Ketahanan Pangan Banyumas Widarso.

Untuk itu, para petani yang sudah selesai panen, disarankan segera mengolah sawahnya untuk ditanami kembali. Sebab dengan adanya fenomena El Nino petani harus segera tanam.

“Sebab petani harus bekejaran dengan datangnya musim kemarau,” tandas Widarso. [JPNN]

You may also like...