May 18, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

BNP2TKI : Ada Oknum Yang Memalsukan Dokumen Kesehatan Calon BMI

2 min read

JAKARTA – Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Haryadi mengakui ada oknum yang sengaja bermain memalsukan dokumen kesehatan calon BMI. Hal ini dia ketahui dari beberapa kejadian yang beruntun menimpa BMI yang dipulangkan dari luar negeri karena ketahuan memiliki penyakit yang tidak bisa ditoleransi oleh persyaratan medikal.

“Dulu setiap empat atau lima pemberangkatan ada satu yang dideportasi (karena masalah kesehatan,red), tiap bulan begitu hingga kami evaluasi,” kata haryadi seperti yang diberitakan oleh Tribun Jateng, di kantor Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan TKI (BP3TKI) Semarang, Rabu (4/10/2017).

Diduga Hanya Kejar Keuntungan, PT EKA SANTI Tega Abaikan Nyawa Buruh Migran

Ia menyatakan terdapat beberapa oknum yang meloloskan calon BMI tidak sehat saat pemeriksaan. Hal itulah yang mendorong pihaknya menjalin kerjasama dengan beberapa rumah sakit untuk tes kesehatan.

Satu di antaranya bekerja sama dengan RS Bhayangkara di kota Semarang. Haryadi menuturkan kredibilitas bangsa Indonesia dipertaruhkan ketika ada Calon BMI yang dideportasi masalah kesehatan.

“Kami ini bersaing dengan 16 negara (untuk pengiriman BMI ke Korea Selatan), kalau banyak yang dideportasi yang malu kita,” tutur pria berkacamata itu.

Ia menambahkan kerjasama penempatan BMI dengan Korea Selatan merupakan Goverment to Goverment. Jadi, semua perekrutan, pengurusan visa hingga penempatan dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Saat ini ada 34 ribu BMI di Korea Selatan dan tiap tahun pihaknya memberangkatkan 6 ribu hingga 7 ribu orang.

“Kami juga menggandeng Universitas Pandaran untuk kerjasama dalam bidang tes skil atau kemampuan,” ujarnya didamping kepala BP3TKI Semarang, Suparjo.

Selain itu, ia juga menjalin kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia atau Bank BNI untuk mempermudah lalu lintas pembayaran baik calon BMI maupun BMI Korea.[Asa/Tribun]

Advertisement
Advertisement