Bukan Hanya Komplek Ka’bah, Berikut Tempat Tempat Lain di Makkah yang Mustajab Untuk Berdoa
3 min read
JAKARTA – Bagi umat Islam yang menunaikan ibadah haji atau umrah, Masjidil Haram di Makkah menjadi pusat spiritual yang istimewa.
Banyak yang beranggapan bahwa berdoa di depan Ka’bah saja sudah cukup. Namun, sejumlah lokasi di sekitar Baitullah juga diyakini memiliki keutamaan sebagai tempat mustajab untuk memanjatkan doa.
Perlu diingat, terkabulnya doa sepenuhnya merupakan hak Allah SWT. Seorang muslim dianjurkan memperbanyak doa di tempat-tempat yang memiliki keutamaan, sambil tetap meyakini bahwa Allah-lah yang menentukan kapan dan bagaimana doa tersebut dikabulkan.
Berikut enam tempat di Makkah yang sering disebut memiliki keutamaan untuk berdoa, berdasarkan berbagai riwayat dan keterangan ulama:
1. Multazam
Multazam terletak di antara sudut Hajar Aswad dan pintu Ka’bah. Nama ini berasal dari kata yang berarti “sangat diperlukan” atau tempat yang dilazimkan untuk berdoa, seperti dikutip dari detik.com, Jumat (18/9/2026).
Banyak jemaah memanfaatkan area ini dengan menempelkan dada, wajah, atau tangan ke dinding Ka’bah sambil bermunajat.
Salah satu riwayat yang sering dijadikan rujukan menyebutkan bahwa Multazam adalah tempat berdoa yang mustajab.
“Multazam adalah tempat berdoa yang mustajab, tidak seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul permintaannya.”
Dalam riwayat lain dikatakan:
Artinya: “Area antara rukun dan pintu Ka’bah disebut Multazam. Tidaklah seseorang berdoa kepada Allah di tempat itu meminta sesuatu, kecuali Allah akan memberinya.” (HR Baihaqi)
2. Di Dalam Masjidil Haram
Seluruh area Masjidil Haram memiliki keutamaan besar. Salat di masjid ini jauh lebih utama dibandingkan salat di masjid lainnya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 125 tentang keutamaan Baitullah sebagai tempat berkumpul dan aman bagi manusia, serta perintah untuk menjadikannya tempat ibadah.
Artinya: (Ingatlah) ketika Kami menjadikan rumah itu (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. (Ingatlah ketika Aku katakan,) “Jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat salat.” (Ingatlah ketika) Kami wasiatkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, serta yang rukuk dan sujud (salat)!”
Keutamaan ini juga berlaku untuk doa, karena Masjidil Haram adalah rumah Allah yang paling mulia di muka bumi.
3. Hijr Ismail (Hatim)
Hijr Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran di sisi utara Ka’bah. Menurut keterangan Aisyah RA, area ini termasuk bagian dari Ka’bah.
Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa ketika ingin salat di dalam Ka’bah, beliau mengajak Aisyah ke Hijr Ismail.
Karena termasuk bagian Baitullah, jemaah yang mendapat kesempatan masuk ke dalamnya dianjurkan untuk salat sunah dan berdoa.
Meski demikian, tidak ada ketentuan bahwa doa di setiap bagian Hijr Ismail secara otomatis pasti dikabulkan.
4. Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim adalah batu bekas pijakan Nabi Ibrahim AS saat membangun Ka’bah. Allah SWT berfirman, “Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat salat” (QS Al-Baqarah: 125).
Setelah melakukan tawaf, jemaah disunnahkan melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, kemudian dilanjutkan dengan berdoa. Tempat ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.
5. Hajar Aswad
Hajar Aswad adalah batu hitam yang berada di sudut tenggara Ka’bah, tempat dimulainya dan diakhirinya putaran tawaf. Mencium atau menyentuh Hajar Aswad setelah tawaf disunnahkan mengikuti sunah Rasulullah SAW.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kelak di hari kiamat, Hajar Aswad akan memiliki “mulut” dan menyatakan siapa saja yang pernah mencium serta menyalaminya dengan niat baik. Area di sekitarnya sering dimanfaatkan untuk berdoa.
6. Bukit Shafa dan Marwah
Shafa dan Marwah adalah dua bukit yang menjadi bagian dari rangkaian sa’i. Ketika berada di Shafa, Rasulullah SAW menghadap kiblat, bertakbir, bertahlil, dan berdoa. Hal serupa dilakukan di Marwah.
Dalam hadis riwayat Muslim, Jabir RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW membaca ayat tentang Shafa dan Marwah sebagai syiar Allah, kemudian menghadap kiblat, mengesakan Allah, bertakbir, dan berdoa. Karena itu, kedua bukit ini dianjurkan sebagai tempat memperbanyak zikir dan doa selama melaksanakan sa’i.
Selain enam lokasi di atas, para ulama juga menyebutkan tempat-tempat lain seperti di bawah Mizab (talang Ka’bah), Rukun Yamani, sumur Zamzam, serta area di Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina saat musim haji. Wallahu a’lam bish-shawab. []
