July 3, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Bukan Hanya Menjadi Bumbu Penyedap Masakan, di Tangan Heni, Daun Salam Bisa Menjadi Keripik Lezat yang Bikin Ketagihan

2 min read

KUDUS – Jika biasanya daun salam hanya digunakan untuk memasak dengan dimanfaatkan aromanya, di tangan Noor Heni Indriani daun salam disulap menjadi keripik yang gurih dan enak.

Pemilik Rumah Dalem Food itu mengatakan, dirinya mulai mencoba usaha keripik daun salam sejak 2001. Heni mengaku, untuk membuat keripik daun salam, ia membutuhkan percobaan hingga lima kali.

“Untuk percobaannya saya coba sampai lima kali sampai nemuin rasa yang pas. Saya olah agar rasa daunnya tidak terlalu berasa dan enak untuk dinikmati,” ucapnya.

Tak hanya unik, alasan Heni tertarik mengolah daun salam menjadi keripik adalah karena daun salam memiliki banyak manfaat. Antaranya mencegah kanker, mencegah batu ginjal, menurunkan gula darah, dan masih banyak lagi.

“Manfaat daun salam kalau dikonsumsi itu banyak sekali. Bisa jadi obat. Jadi sayang kalau hanya dimanfaatkan untuk memasak dan dimanfaatkan untuk aroma saja,” tambahnya.

Kemudian untuk cara mengolahnya, lanjut Heni, pertama ia menggunakan daun salam yang segar, kemudian baru digoreng. Setelah digoreng, langkah selanjutnya adalah keripik ditiriskan secara manual selama tiga hari. Terakhir, keripik dioven selama setengah jam.

“Dalam pembuatan keripik daun salam harus menggunakan daun yang benar-benar segar. Jadi begitu datang harus langsung diolah,” tuturnya.

Tak hanya unik, alasan Heni tertarik mengolah daun salam menjadi keripik adalah karena daun salam memiliki banyak manfaat. Antaranya mencegah kanker, mencegah batu ginjal, menurunkan gula darah, dan masih banyak lagi.

“Manfaat daun salam kalau dikonsumsi itu banyak sekali. Bisa jadi obat. Jadi sayang kalau hanya dimanfaatkan untuk memasak dan dimanfaatkan untuk aroma saja,” tambahnya.

Kemudian untuk cara mengolahnya, lanjut Heni, pertama ia menggunakan daun salam yang segar, kemudian baru digoreng. Setelah digoreng, langkah selanjutnya adalah keripik ditiriskan secara manual selama tiga hari. Terakhir, keripik dioven selama setengah jam.

“Dalam pembuatan keripik daun salam harus menggunakan daun yang benar-benar segar. Jadi begitu datang harus langsung diolah,” tuturnya.

“Dan karena daun salam itu tipis, untuk menitiskan minyaknya kita tidak bisa pakai mesin karena akan remuk. Jadi kita meniriskan secara manual dengan ditiriskan dengan tisu selama 3 hari dan dilanjutkan oven selama setengah jam dengan suhu rendah,” ucapnya.

Sejauh ini, Heni mengaku keripik daun salamnya sudah punya banyak peminatn. Bahkan, setiap hari ia bisa membuat hingga 50 bungkus.

“Setiap hari produksi, per produksi 3 kilogram, pembelinya dari berbagai kota. Kita kebanyakan jualnya ke reseller,” ujarnya.

“Harga keripik daun salam ini mulai Rp10 ribu (60 gram) dan Rp15 ribu (100 gram), keripik ini bisa bertahan hingga 6 bulan,” tandas Heni. []

Sumber Beta News

Advertisement
Advertisement