June 19, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Cara-Cara Iblis Mengelabuhi Penguasa Agar Tersesat

3 min read

JAKARTA –  Setan adalah musuh terbesar umat manusia. Setan masuk ke dalam hati setiap orang, apakah dia seorang Mukmin ataupun kafir.

Setan terus berupaya untuk membawa hasutan, keburukan, dan kejahatan ke dalam dada manusia.

Iblis melancarkan tipuannya kepada pemimpin dan penguasa melalui berbagai sisi. Ini tak lain karena penguasa mempunyai banyak titik rawan dan posisi yang krusial.

Dikutip Republika.co.id  dari buku Talbis Iblis karya Ibn Al Jauzi dengan pentahqiq Syekh Ali Hasan al-Halabi, Ibnul Jauzi membeberkan cara iblis tersebut.

 

  1. Iblis memperlihatkan kepada mereka bahwa Allah mencintai mereka. Karena jika tidak, maka tentu Dia tidak menjadikan mereka sebagai penguasa, dan tidak pula menjadikan mereka sebagai wakil-Nya di dalam mengatur hamba-hamba-Nya.

Untuk menghindar dari talbis ini adalah dengan senantiasa mengingat bahwa mereka adalah wakil Allah Ta’ala dalam mengatur hamba-hamba-Nya, maka hendaknya mereka menjadikan syariat-Nya sebagai sumber hukum, dan hendaknya mereka berbuat sesuatu yang dapat mendatangkan keridhaan-Nya. Dengan demikian, Allah pasti akan mencintai mereka lantaran mereka mentaati-Nya.

Allah Ta’ala pernah memberikan kerajaan dan kekuasaan kepada orang-orang yang dimurkai. Allah Ta’ala pun telah melapangkan dunia ini bagi mereka.

Dengan demikian, kekuasaan yang Allah berikan pada mereka tidak lain untuk keburukan mereka, bukan untuk kebaikan mereka. Yang demikian termasuk dalam firman Allah:

… Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka, hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka ….” (QS. Ali Imran ayat 178) .

 

  1. Iblis berbisik kepada mereka, “Kekuasaan itu butuh wibawa.” Maka mereka menyombongkan diri agar ditakuti, dengan tidak mau mencari ilmu serta tak bersedia juga bergaul dengan ulama, sehingga mereka mengamalkan pendapat pribadi, sampai akhirnya mereka merusak agama.

Watak manusia cenderung akan mencontoh sifat teman pergaulannya. Oleh karena itu, jika para penguasa bergaul dengan orang-orang bodoh yang hanya mementingkan dunia, maka tabiat mereka pun akan meniru. Dia tidak mendapatkan sesuatu yang dapat mencegah atau menghalangi dirinya, dan itulah sebab kebinasaan.

 

  1. Iblis telah membuat mereka takut kepada musuh, dan Iblis juga memerintahkan mereka untuk memperketat penjagaan.

Disebabkan ketatnya penjagaan, orang-orang yang teraniaya yang berada di bawah kekuasaannya tidak dapat menemui dan mengadu ke mereka. Abu Maryam al-Asadi meriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda:

“Barangsiapa yang Allah serahi sebagian dari urusan kaum Muslimin, lalu dia menutup diri dari mereka dengan tidak menunaikan hajat, kebutuhan, serta kemiskinan mereka, maka Allah akan menutup diri-Nya dari hajat, kebutuhan, serta kemiskinannya.” (HR Abu Dawud, al-Hakim, ad-Dulabi, ath-Thabrani, dan Musnad Syamiyyin).

 

Cara Menghindari Tipuan Setan

Menurut Imam Al-Gozali untuk menjaga dan menyelamatkan diri dari tipu daya setan, seorang Mukmin harus menutup semua jalan masuk atau aksesnya, sehingga setan tak dapat mendekat dan menguasai kita.

Dikutip dari ntb.kemenag.go.id, Imam Ghazali menjelaskan, tak mungkin seseorang bisa menutup akses itu bila tidak mengetahui jalan masuk atau pintu-pintunya.

Ini berarti, tugas pertama yang harus dilakukan adalah mengenali pintu-pintu masuknya setan, lalu menutupnya rapat-rapat sehingga tidak bisa mendekat karena kehilangan akses.

Pintu-pintu yang bisa menjadi jalan masuknya setan di antaranya adalah pintu amarah dan syahwat, pintu dengki dan iri hati, pintu makan minum berlebihan, pintu cinta dunia, pintu tergesa-gesa, dan pintu buruk sangka kepada sesama umat Islam.

Imam Ghazali menggambarkan setan seperti anjing kelaparan yang selalu mendekat. Kalau hati kita kotor, dalam arti banyak ”santapan setan” di dalamnya, maka ia akan terus menyerang.

Ia tidak akan lari hanya dengan gertakan atau dengan membaca ta’awwuz atau hawqalah. Tapi, kalau hati kita bersih, maka dengan hanya menyebut asma Allah, ia sudah lari terbirit-birit.

Jadi, tipu daya setan tidak berpengaruh bagi orang takwa yang jiwa dan hatinya bersih. Firman Allah, ”Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuatannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.” (Qs an-Nahl: 99).

Sehingga para penguasa wajib membekali dirinya dengan iman dan takwa, agar terhindar dari kezaliman akibat tipu daya iblis.  []

Advertisement
Advertisement