June 23, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dampak Negatif Menahan Kentut, Salah Satunya Memicu Denyut Jantung Meningkat

2 min read

JAKARTA – Buang angin atau kentut adalah proses pelepasan gas dari sistem pencernaan yang terbentuk sebagai hasil dari pencernaan makanan atau akibat udara yang tertelan. Seseorang buang angin atau kentut normalnya rata-rata sebanyak 10-18 kali sehari.

Kentut merupakan hal yang alami. Namun, tak sedikit demi kesopanan, kita mungkin lebih memilih menahan kentut saat berinteraksi dengan orang lain. Meski begitu, apakah menahan kentut menimbulkan bahaya kesehatan.

Dilansir dari hellosehat.com dan halodoc.com, dampak yang akan kamu rasakan akibat menahan buang angin ataupun kentut, yaitu:

 

  1. Menimbulkan rasa sakit

Dampak menahan kentut yang paling sering terjadi adalah peningkatan tekanan pada usus yang bisa menjadi menyakitkan. Rasa nyerinya bisa ringan hingga terasa menusuk dan tajam.

 

  1. Rasa tidak nyaman

Penelitian dalam New Zealand Medical Journal menyebutkan bahwa kebiasaan ini bisa menimbulkan dampak langsung berupa sakit perut dan rasa tak nyaman. Ini karena segala sesuatu yang memengaruhi aliran di bawah alias sistem pencernaan bisa memengaruhi aliran di atasnya.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Lisa Ganjhu, seorang dokter dan asisten dosen klinis kedokteran dan gastroenterologi di NYU Langone Medical Center, AS. Ketika menahan kentut, penumpukan udara pun terjadi dalam saluran pencernaan sehingga udara terdorong ke atas. Dorongan udara menyebabkan kembung dan rasa tidak nyaman pada perut.

 

  1. Kembung

Kembung terjadi ketika gas terperangkap di dalam usus yang membuat perut menjadi buncit. Tidak hanya dapat membuat kamu tampak seperti seseorang yang kelebihan berat badan, tapi juga membuatmu merasa tidak nyaman dalam berpakaian dan menjadi tidak percaya diri.

 

  1. Gangguan pencernaan

Ketika Anda kentut, gas dalam usus bergerak menuju rektum dan keluar melalui anus. Namun, saat Anda menahan kentut, Anda mengencangkan otot bokong dan sfingter anus. Sfingter anus merupakan otot yang berperan seperti katup pada anus.

Selama Anda mengencangkan otot sfingter anus, tekanan dalam saluran pencernaan Anda terus bertambah. Anda mungkin akan mengalami gejala gangguan pencernaan dan mendengar suara keroncongan saat gas bergerak dalam usus.

 

  1. Menjadi sendawa

Terkadang, kentut seolah menghilang dengan sendirinya. Ini karena tubuh dapat menyerap kembali gas untuk sementara waktu. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Digestive Diseases and Sciences, gas tetap akan menemukan jalan keluar, jika tidak melalui perut yang terasa kembung, maka gas akan keluar melalui sendawa atau dihembuskan dalam napas.

 

  1. Risiko Divertikulitis

Dampak menahan kentut yang dilakukan berulang kali dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Ini adalah kondisi peradangan atau pembengkakan kantong yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan, biasanya di usus besar, yang berkembang menjadi infeksi. Hasilnya, kamu akan merasa mual, muntah, sembelit, atau nyeri perut.

 

  1. Sebabkan perut terasa panas

Menahan kentut dapat menyebabkan panas perut, kembung, dan masalah pencernaan. Tekanan usus juga menyebabkan gas terperangkap dalam usus sehingga usus akan menggelembung seperti balon karena penyumbatan gas tersebut.

Seiring meningkatnya tekanan usus, Anda pun semakin stres dan merasa tak nyaman karena kesulitan menahan gas yang keluar. Menahan kentut juga dapat menimbulkan dampak langsung berupa meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah.

Kendati tidak memiliki bahaya yang besar, menahan kentut bukanlah kebiasaan yang benar.

Saat Anda berada di keramaian dan ingin buang angin, segeralah pergi ke toilet atau tempat sepi yang nyaman untuk melakukannya. []

Advertisement
Advertisement