November 30, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Dear Wanita, Tidak Semua Payudara Benjol itu Kanker, Begini Penjelasannya

1 min read
Prime Banner

ApakabarOnline.com – Seperti yang diketahui, saat Kamu melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) lalu menemukan adanya benjolan, maka kamu tidak perlu takut dan memikirkan hal itu adalah kanker yang bersemayang di dekat payudara.

Berdasarkan penyampaian dokter spesialis bedah onkologi di RSPUN, dr. Cipto Mangunkusumo, Sonar Soni Panigoro, dalam webinar Bulan Kesadaran Kanker Payudara 2020 mengatakan bahwa setidaknya 85% benjolan di payudara itu jinak.

“85 persen benjolan di payudara itu jinak, jadi jangan takut dulu. Jadi diperiksa saja dulu. Hanya 15 persen yang ternyata tumor ganas atau kanker,” katanya, dilansir dari Antara, Sabtu (10/10/2020).

Sonar menjelaskan bahwa cara untuk memastikan kanker atau tidaknya benjolan tersebut adalah dengan salah satu cara, yaitu melalui biopsi; pengambilan jaringan dari benjolan. Nah, setelah dari situlah baru bisa dipastikan benjolan itu kanker atau bukan.

Di sisi lain, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Raditya Wratasangka, pernah mengatakan bahwa benjolan pada pria lebih mudah terasa ketimbang wanita karena jaringannya tidak terlalu tebal.

Maka dari itu, Raditya menyarankan kepada kaum perempuan untuk bisa melakukan SADARI pada hari ke-7 hingga 10 menstruasi (dihitung dari hari pertama menstruasi) setiap bulan, sementara untuk pria bisa kapan saja.

Selain SADARI, dokter juga merekomendasikan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) setidaknya setiap 6 bulan, USG payudara setiap tahun hingga MRI payudara.

Lebih lanjut, terkait kista mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, sementara yang lain bisa cukup menyakitkan bagi penderitanya. Dan untuk penyebab munculnya kista belum diketahui secara pasti tetapi bisa karena respons terhadap hormon yang berhubungan dengan menstruasi. []

Advertisement