June 15, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Di Kampung Halaman Suami Sibuk dan Setia Mengurus Anak, di Negara Penempatan, Istri yang Menjadi PMI Menikah Lagi

2 min read

JAKARTA – Banyak pekerja migran Indonesia (PMI) perempuan alias TKW di Arab Saudi yang mengadu nasib di sana. Gaji yang besar dan merubah nasib adalah tujuan utama para pekerja migran.

Namun siapa sangka kalau ada yang tergoda dan menikah lagi di Arab Saudi. Padahal di Indonesia sudah memiliki suami di kampung halaman. Mirisnya lagai, suami di Indonesia justrui sibuk mengurusi anak-anak mereka.

Hal itu sebagaimana diceritakan oleh salah seorang pekerja migran Indonesia (PMI) bernama Aceng. Niatnya bekerja di Arab Saudi, tetapi ada juga PMI perempuan yang berniat menikah dengan seseorang di Arab Saudi.

Hal ini terjadi pada pekerja migran Indonesia yang tidak cukup kuat menahan godaan untuk tinggal di Arab Saudi. Seperti diketahui bahwa risiko kerja di luar negeri yakni jauh dari keluarga tercinta.

Apalagi jika sudah memiliki pasangan hidup maka akan terasa berat.

Sebagaimana dilansir dari video kanal YouTube SOBAT TKI, ada kisah seorang pekerja migran yang menikah lagi di Arab Saudi meskipun suaminya merawat anak-anaknya di Indonesia.

“Ada yang parah, istrinya ke Arab Saudi suaminya di Indonesia ngurus anak, eh istrinya nikah lagi di Arab Saudi,” kata PMI bernama Aceng selaku pemilik akun SOBAT TKI.

Aceng melihat fenomena tersebut terjadi beberapa tahun lalu dan sempat heboh. Fenomena tersebut memang kemungkinan terjadi apabila pekerja migran tidak sanggup berjauhan dengan suami atau istri.

Namun menurut Aceng, tidak semuanya seperti itu, karena tergantung sifatnya orang bagaimana.

“Tergantung niatnya kesini mau kerja atau mau kawin lagi,” kata pria tersebut.

Jika dalam hati sudah berniat, maka kemungkinan akan terjadi. Aceng menyarankan, janganlah memberangkatkan istri ke Arab Saudi untuk bekerja, karena resikonya besar.

“Mending kita aja yang ke Arab Saudi jangan istri kalian,” kata Aceng.

Kendati demikian dia mengatakan bahwa banyak yang benar-benar bekerja di Arab Saudi bukan maksud lain. []

Sumber Tribun Network

Advertisement
Advertisement