July 13, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Diduga Korban Perdagangan Orang, Belasan PMI Asal Lombok Diamankan di Lumajang

2 min read

SURABAYA – Belasan calon pekerjaan migran Indonesia (CPMI) asal luar pulau diamankan Polres Lumajang, Minggu (05/03/2023) dini hari. Diduga belasan CPMI itu tidak sesuai prosedur dan terindikasi menjadi korban perdagangan orang. Mereka diamankan di salah satu rumah warga di Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Lumajang.

Informasi yang dihimpun, sedikitnya ada 17 perempuan CPMI asal Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Rencananya, mereka bakal diberangkatkan ke Timur Tengah oleh tekong atau calo PMI, yang merupakan sepasang suami istri, warga Desa Sukorejo.

Salah satu CPMI, A, mengungkapkan, dirinya bersama CPMI lain melakukan perjalanan sehari semalam menggunakan kapal. Setelah itu melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat dan tiba di Lumajang. Dirinya menginap di rumah penampungan itu selama sepuluh hari. “Menginap dulu. Ditawari untuk kerja di Arab,” ungkapnya.

Pekerja Sosial (Peksos) Kementerian Sosial di Lumajang Haz Khoirunnisa mengatakan, setelah menerima informasi itu, pihaknya melakukan asesmen awal. Hingga siang ini, pihaknya masih terus berkoordinasi antarlini. “Apakah nanti dipulangkan atau seperti apa, kami masih menunggu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lumajang Madiono, mengapresiasi kinerja Polres Lumajang. Menurutnya, penggrebekan dan pengamanan itu bagian dari upaya mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Ada banyak hal yang dilanggar dari tekong atau pelaku yang menjadi calo pengiriman PMI ilegal ini. Selain UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO, ada juga UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Pelaku hal ini harus ditindak tegas,” tegasnya.

Mengenai CPMI, dia menilai mereka menjadi korban calo PMI tak prosedural. Oleh karena itu, pihaknya bakal bersinergi dengan Polres Lumajang, Dinas Tenaga Kerja dan Imigrasi, Dinas Sosial P3A Lumajang hingga Dinas Sosial Provinsi. “Karena ini sudah lintas provinsi, kami akan kawal hingga selesai,” tambahnya. []

Advertisement
Advertisement